Latest Articles

Inspirasi & informasi terbaru dari Bali

View All
Sholawat Walisongo Bali Gaungkan Toleransi di Pulau Dewata, Lestarikan Warisan Ilmu , Iman dan Peradaban
Art 20 Sep 2026

Sholawat Walisongo Bali Gaungkan Toleransi di Pulau Dewata, Lestarikan Warisan Ilmu , Iman dan Peradaban

Sholawat Walisongo Bali Gaungkan Toleransi di Pulau Dewata, Lestarikan Warisan Ilmu , Iman dan Peradaban Bali-inspirasi"Denpasar, Bali # 20 September 2026.Pulau Bali yang dikenal dengan keindahan budaya dan kultur yang adi luhung, kembali menunjukkan jati dirinya sebagai pulau toleransi. Di tengah keberagaman yang dijunjung tinggi, sebuah lantunan doa penuh kedamaian menggema di jantung Kota Denpasar.Bertempat di Sekretariat PD PWI Denpasar Bali, Jl. Pulau Singkep, Br. Kepisah No. 4B, Pedungan, Denpasar, "Sholawat Walisongo Bali" digelar dengan khidmat. Acara yang dipimpin langsung oleh KH. Imam Jayadi ini menjadi momentum untuk mengenang kembali perjuangan tokoh-tokoh spiritual besar Nusantara, Walisongo, yang dahulu membawa budaya keagamaan, kedamaian, dan peradaban Islam yang santun ke tanah Jawa, yang warisan ilmu dan imannya masih hidup hingga kini.Acara ini diinisiasi oleh *Perjuangan Walisongo Indonesia Provinsi Bali* yang diketuai oleh *Ustaz HM. Rosuli, S.Pd., S.Si.*Dengan suasana yang harmonis dan penuh hikmat, acara Sholawat Walisongo Bali ini diiringi dengan tabuhan musik rebana yang syahdu dan alunan doa-doa pengajian yang dibacakan secara bersama-sama. Bukan sekadar ritual keagamaan, kegiatan ini menjadi simbol nyata dari nilai kerukunan dan kedamaian yang terus dilestarikan secara berkelanjutan di Bali.Yang membuat acara ini istimewa, Sholawat Walisongo Bali turut dihadiri oleh lintas agama. Tampak hadir para pemangku Hindu dan tokoh lintas iman lainnya, duduk bersama dalam satu majelis, membuktikan bahwa toleransi di Bali bukan sekadar wacana, melainkan laku hidup sehari-hari.Dalam sambutannya, Ketua Perwakilan Daerah Perjuangan Walisongo Indonesia Provinsi Bali, Ustaz HM. Rosuli, S.Pd., S.Si.,* menegaskan bahwa esensi dari perjuangan Walisongo adalah membawa kedamaian, bukan perpecahan."Walisongo mengajarkan kita bahwa dakwah itu dengan budaya, dengan cinta, dan dengan kedamaian. Di Bali, kami ingin melanjutkan warisan itu. Sholawat Walisongo Bali ini bukan hanya untuk umat Islam, tapi untuk merawat Indonesia. Pulau Bali ini mengajarkan kita tentang toleransi yang luar biasa. Kami dari Perjuangan Walisongo Indonesia Provinsi Bali berkomitmen untuk terus menjaga warisan ilmu, iman, dan peradaban yang ditinggalkan para wali, dengan cara merangkul semua umat, termasuk saudara-saudara kami dari Hindu, Kristen, dan lainnya. Karena sejatinya, peradaban itu dibangun dengan kerukunan," ujar HM. Rosuli di sela-sela acara.Ia juga menambahkan bahwa kehadiran organisasinya di Bali adalah untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan."Kami ingin menunjukkan bahwa Islam yang dibawa Walisongo adalah Islam yang Rahmatan Lil Alamin, yang selaras dengan budaya Bali yang penuh cinta kasih. Semoga dari Sekretariat PWI Denpasar ini, gaung Sholawat Walisongo bisa menjadi inspirasi perdamaian bagi seluruh Nusantara," tambahnya.Acara ditutup dengan doa bersama untuk kedamaian Bali dan Indonesia. Para peserta dari berbagai latar belakang agama saling berjabat tangan, menciptakan pemandangan yang menjadi cerminan indah dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika.Dengan terselenggaranya Sholawat Walisongo Bali ini, diharapkan nilai-nilai luhur Walisongo dapat terus hidup dan menjadi jembatan penguat toleransi antar umat beragama di Pulau Bali.-inspirasi #storytelling

Unique , Warung Gudeg Joglo in Renon Features a Art Studio for Nostalgic-Style Sketches
Hospitality 16 Sep 2026

Unique , Warung Gudeg Joglo in Renon Features a Art Studio for Nostalgic-Style Sketches

Renon, Denpasar 16.9.2026.bali inspire— While "gudeg" eateries are typically associated solely with cuisine, Warung Gudeg Joglo—located on Jalan Badak Agung, Renon, Denpasar—breaks the mold. This "Joglo"-style establishment houses a hidden art gallery featuring sketches with a truly unique character.Beyond the deliciousness of its Yogyakarta-style "gudeg", the eatery is owned by a talented female artist, Retno Arya Bayuaji. Known affectionately as Mbak Retno, she has long pursued sketching as both a hobby and a passion.Her sketches come to life with a strong nostalgic aesthetic, capturing classic Javanese life, female figures, and traditional market scenes through spontaneous, expressive strokes."It turns out there are many admirers; in fact, my original works have even been exhibited in Ubud. I’ve received positive feedback from various painters who frequent Warung Gudeg Joglo here on Jalan Badak Agung. Sketching—letting the lines flow spontaneously—has been a hobby of mine since childhood," Retno Arya Bayuaji revealed when met at her eatery.From Ubud Exhibitions to the Walls of Warung Gudeg JogloRetno Arya Bayuaji’s original works are no mere amateur efforts; they have been exhibited in Ubud, a renowned global hub for the arts. Many painters and artists who stopped by to enjoy the "gudeg" found themselves captivated by the artworks displayed on the eatery's walls.Retno’s sketching style is known for its high degree of spontaneity. She avoids excessive reworking, allowing the lines to flow naturally while successfully capturing the emotion and narrative of her subjects. It is this distinctive quality that makes her work highly sought after by collectors. Savoring Authentic Gudeg Amidst Vintage-Style Sketch ArtBeyond serving as an art space, Warung Gudeg Joglo maintains its core identity as an eatery offering authentic, original Jogja-style gudeg at affordable prices.The blend of Jogja’s signature sweet-and-savory gudeg flavors with the atmosphere of a vintage-style sketch gallery offers visitors a unique experience.The combination of authentic, affordable Jogja gudeg and the chance to admire vintage-style sketches inspires visitors from near and far—both domestic and international.Many travelers—from various cities across the country to international tourists—make a special trip here not just to dine, but also to view and discuss the displayed artwork."After eating the gudeg and looking at Mbak Retno’s paintings, it feels like stepping back into the Jogja of yesteryear. It’s truly inspiring; I leave with a full stomach and a happy heart, having found artistic inspiration," said a visitor from Jakarta.With this "culinary-meets-art-space" concept, Warung Gudeg Joglo in Renon has become a unique, must-visit destination in Denpasar, especially for food and art enthusiasts. VISIT INFO:Warung Gudeg JogloAddress: Jl. Badak Agung, Renon, DenpasarSignature Dishes: Original Jogja Gudeg, Krecek (spicy cattle-skin stew), Free-range Chicken, Pindang EggsFacilities: Art Studio & Vintage-Style Sketch Gallery.#storytelling bali-inspire 

Unik , Warung Gudeg Joglo di Renon Ternyata Punya Studio Art Sketsa Tempo Dulu
Art 16 Sep 2026

Unik , Warung Gudeg Joglo di Renon Ternyata Punya Studio Art Sketsa Tempo Dulu

Unik, Warung Gudeg Joglo di Renon Ternyata Punya Studio Art Sketsa Tempo DuluRenon.16.9.2026.DENPASAR— Jika biasanya warung gudeg hanya identik dengan sajian kuliner, berbeda dengan Warung Gudeg Joglo yang berlokasi di Jalan Badak Agung, Renon, Denpasar. Warung dengan konsep Joglo ini ternyata menyimpan galeri seni tersembunyi berupa karya-karya lukis sketsa dengan ciri khas yang sangat unik.Di balik kelezatan gudeg Jogja-nya, sang pemilik ternyata adalah seorang perupa wanita berbakat, Retno Arya Bayuaji. Wanita yang akrab disapa Mbak Retno ini sudah lama menjadikan dunia sketsa sebagai hobi dan passion-nya.Karya-karya sketsanya terlihat hidup dengan konsep tempo dulu yang kuat, menggambarkan potret kehidupan Jawa klasik, figur-figur perempuan, hingga suasana pasar tradisional yang dibuat dengan goresan spontan dan ekspresif."Banyak penggemarnya ternyata, apalagi karya original saya ini bisa dan sudah pernah ikut pameran di Ubud. Respon positif dari berbagai pelukis yang sering mampir ke Warung Gudeg Joglo di Jl. Badak Agung Renon ini, karya sketsa dengan spontanitas mengalir begitu saja sudah menjadi hobi sejak kecil saya hingga sekarang," ungkap Retno Arya Bayuaji saat ditemui di warungnya.Dari Pameran di Ubud ke Dinding Warung Gudeg joglo ,Tak main-main, karya original Retno Arya Bayuaji sudah pernah dipamerkan di Ubud yang dikenal sebagai pusatnya seni dunia. Banyak pelukis dan seniman yang kebetulan mampir makan gudeg, justru terpukau dengan karya-karya yang terpajang di dinding warung.Goresan sketsa Retno dikenal memiliki spontanitas yang tinggi. Tidak terlalu banyak coretan ulang, mengalir begitu saja namun berhasil menangkap emosi dan cerita dari objek yang dilukis. Ciri khas inilah yang membuat karya-karyanya banyak diburu kolektor.Makan Gudeg Autentik Sambil Menikmati Karya Seni Sketsa original.Selain menjadi ruang seni, Warung Gudeg Joglo tetap mempertahankan identitas utamanya sebagai warung kuliner dengan *menu gudeg Jogja autentik original dengan harga terjangkau*.Perpaduan antara cita rasa gudeg yang manis-gurih khas Jogja dengan suasana galeri sketsa tempo dulu memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.Warung Gudeg Joglo dengan khas menu gudeg Jogja yang autentik original dengan harga terjangkau, sekaligus menikmati karya-karya sketsa tempo dulu sangat menginspirasi pengunjung dari berbagai kota, baik lokal maupun mancanegara.Banyak wisatawan lokal dari berbagai kota hingga turis mancanegara yang sengaja datang tidak hanya untuk makan, tetapi juga untuk melihat dan berdiskusi tentang karya seni yang ada."Habis makan gudeg, lihat lukisan-lukisan Mbak Retno jadi rasanya kayak balik ke Jogja tempo dulu. Inspiratif banget, makan kenyang, hati juga senang dapat inspirasi seni," ujar salah satu pengunjung asal Jakarta.Dengan konsep kuliner plus art space ini, Warung Gudeg Joglo di Renon menjadi salah satu destinasi unik di Denpasar yang wajib dikunjungi, terutama bagi pecinta kuliner dan seni.INFO KUNJUNGAN: Warung Gudeg Joglo Alamat: Jl. Badak Agung, Renon, Denpasar  Menu Andalan: Gudeg Jogja Original, Krecek, Ayam Kampung, Telur Pindang  Fasilitas: Studio Art & Galeri Sketsa Tempo Dulu.#storytelling bali-inspirasi 

Sholawat Walisongo Bali Gaungkan Toleransi di Pulau Dewata, Lestarikan Warisan Ilmu , Iman dan Peradaban
Art 20 Sep 2026

Sholawat Walisongo Bali Gaungkan Toleransi di Pulau Dewata, Lestarikan Warisan Ilmu , Iman dan Peradaban

Sholawat Walisongo Bali Gaungkan Toleransi di Pulau Dewata, Lestarikan Warisan Ilmu , Iman dan Peradaban Bali-inspirasi"Denpasar, Bali # 20 September 2026.Pulau Bali yang dikenal dengan keindahan budaya dan kultur yang adi luhung, kembali menunjukkan jati dirinya sebagai pulau toleransi. Di tengah keberagaman yang dijunjung tinggi, sebuah lantunan doa penuh kedamaian menggema di jantung Kota Denpasar.Bertempat di Sekretariat PD PWI Denpasar Bali, Jl. Pulau Singkep, Br. Kepisah No. 4B, Pedungan, Denpasar, "Sholawat Walisongo Bali" digelar dengan khidmat. Acara yang dipimpin langsung oleh KH. Imam Jayadi ini menjadi momentum untuk mengenang kembali perjuangan tokoh-tokoh spiritual besar Nusantara, Walisongo, yang dahulu membawa budaya keagamaan, kedamaian, dan peradaban Islam yang santun ke tanah Jawa, yang warisan ilmu dan imannya masih hidup hingga kini.Acara ini diinisiasi oleh *Perjuangan Walisongo Indonesia Provinsi Bali* yang diketuai oleh *Ustaz HM. Rosuli, S.Pd., S.Si.*Dengan suasana yang harmonis dan penuh hikmat, acara Sholawat Walisongo Bali ini diiringi dengan tabuhan musik rebana yang syahdu dan alunan doa-doa pengajian yang dibacakan secara bersama-sama. Bukan sekadar ritual keagamaan, kegiatan ini menjadi simbol nyata dari nilai kerukunan dan kedamaian yang terus dilestarikan secara berkelanjutan di Bali.Yang membuat acara ini istimewa, Sholawat Walisongo Bali turut dihadiri oleh lintas agama. Tampak hadir para pemangku Hindu dan tokoh lintas iman lainnya, duduk bersama dalam satu majelis, membuktikan bahwa toleransi di Bali bukan sekadar wacana, melainkan laku hidup sehari-hari.Dalam sambutannya, Ketua Perwakilan Daerah Perjuangan Walisongo Indonesia Provinsi Bali, Ustaz HM. Rosuli, S.Pd., S.Si.,* menegaskan bahwa esensi dari perjuangan Walisongo adalah membawa kedamaian, bukan perpecahan."Walisongo mengajarkan kita bahwa dakwah itu dengan budaya, dengan cinta, dan dengan kedamaian. Di Bali, kami ingin melanjutkan warisan itu. Sholawat Walisongo Bali ini bukan hanya untuk umat Islam, tapi untuk merawat Indonesia. Pulau Bali ini mengajarkan kita tentang toleransi yang luar biasa. Kami dari Perjuangan Walisongo Indonesia Provinsi Bali berkomitmen untuk terus menjaga warisan ilmu, iman, dan peradaban yang ditinggalkan para wali, dengan cara merangkul semua umat, termasuk saudara-saudara kami dari Hindu, Kristen, dan lainnya. Karena sejatinya, peradaban itu dibangun dengan kerukunan," ujar HM. Rosuli di sela-sela acara.Ia juga menambahkan bahwa kehadiran organisasinya di Bali adalah untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan."Kami ingin menunjukkan bahwa Islam yang dibawa Walisongo adalah Islam yang Rahmatan Lil Alamin, yang selaras dengan budaya Bali yang penuh cinta kasih. Semoga dari Sekretariat PWI Denpasar ini, gaung Sholawat Walisongo bisa menjadi inspirasi perdamaian bagi seluruh Nusantara," tambahnya.Acara ditutup dengan doa bersama untuk kedamaian Bali dan Indonesia. Para peserta dari berbagai latar belakang agama saling berjabat tangan, menciptakan pemandangan yang menjadi cerminan indah dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika.Dengan terselenggaranya Sholawat Walisongo Bali ini, diharapkan nilai-nilai luhur Walisongo dapat terus hidup dan menjadi jembatan penguat toleransi antar umat beragama di Pulau Bali.-inspirasi #storytelling

Unique , Warung Gudeg Joglo in Renon Features a Art Studio for Nostalgic-Style Sketches
Hospitality 16 Sep 2026

Unique , Warung Gudeg Joglo in Renon Features a Art Studio for Nostalgic-Style Sketches

Renon, Denpasar 16.9.2026.bali inspire— While "gudeg" eateries are typically associated solely with cuisine, Warung Gudeg Joglo—located on Jalan Badak Agung, Renon, Denpasar—breaks the mold. This "Joglo"-style establishment houses a hidden art gallery featuring sketches with a truly unique character.Beyond the deliciousness of its Yogyakarta-style "gudeg", the eatery is owned by a talented female artist, Retno Arya Bayuaji. Known affectionately as Mbak Retno, she has long pursued sketching as both a hobby and a passion.Her sketches come to life with a strong nostalgic aesthetic, capturing classic Javanese life, female figures, and traditional market scenes through spontaneous, expressive strokes."It turns out there are many admirers; in fact, my original works have even been exhibited in Ubud. I’ve received positive feedback from various painters who frequent Warung Gudeg Joglo here on Jalan Badak Agung. Sketching—letting the lines flow spontaneously—has been a hobby of mine since childhood," Retno Arya Bayuaji revealed when met at her eatery.From Ubud Exhibitions to the Walls of Warung Gudeg JogloRetno Arya Bayuaji’s original works are no mere amateur efforts; they have been exhibited in Ubud, a renowned global hub for the arts. Many painters and artists who stopped by to enjoy the "gudeg" found themselves captivated by the artworks displayed on the eatery's walls.Retno’s sketching style is known for its high degree of spontaneity. She avoids excessive reworking, allowing the lines to flow naturally while successfully capturing the emotion and narrative of her subjects. It is this distinctive quality that makes her work highly sought after by collectors. Savoring Authentic Gudeg Amidst Vintage-Style Sketch ArtBeyond serving as an art space, Warung Gudeg Joglo maintains its core identity as an eatery offering authentic, original Jogja-style gudeg at affordable prices.The blend of Jogja’s signature sweet-and-savory gudeg flavors with the atmosphere of a vintage-style sketch gallery offers visitors a unique experience.The combination of authentic, affordable Jogja gudeg and the chance to admire vintage-style sketches inspires visitors from near and far—both domestic and international.Many travelers—from various cities across the country to international tourists—make a special trip here not just to dine, but also to view and discuss the displayed artwork."After eating the gudeg and looking at Mbak Retno’s paintings, it feels like stepping back into the Jogja of yesteryear. It’s truly inspiring; I leave with a full stomach and a happy heart, having found artistic inspiration," said a visitor from Jakarta.With this "culinary-meets-art-space" concept, Warung Gudeg Joglo in Renon has become a unique, must-visit destination in Denpasar, especially for food and art enthusiasts. VISIT INFO:Warung Gudeg JogloAddress: Jl. Badak Agung, Renon, DenpasarSignature Dishes: Original Jogja Gudeg, Krecek (spicy cattle-skin stew), Free-range Chicken, Pindang EggsFacilities: Art Studio & Vintage-Style Sketch Gallery.#storytelling bali-inspire 

Unik , Warung Gudeg Joglo di Renon Ternyata Punya Studio Art Sketsa Tempo Dulu
Art 16 Sep 2026

Unik , Warung Gudeg Joglo di Renon Ternyata Punya Studio Art Sketsa Tempo Dulu

Unik, Warung Gudeg Joglo di Renon Ternyata Punya Studio Art Sketsa Tempo DuluRenon.16.9.2026.DENPASAR— Jika biasanya warung gudeg hanya identik dengan sajian kuliner, berbeda dengan Warung Gudeg Joglo yang berlokasi di Jalan Badak Agung, Renon, Denpasar. Warung dengan konsep Joglo ini ternyata menyimpan galeri seni tersembunyi berupa karya-karya lukis sketsa dengan ciri khas yang sangat unik.Di balik kelezatan gudeg Jogja-nya, sang pemilik ternyata adalah seorang perupa wanita berbakat, Retno Arya Bayuaji. Wanita yang akrab disapa Mbak Retno ini sudah lama menjadikan dunia sketsa sebagai hobi dan passion-nya.Karya-karya sketsanya terlihat hidup dengan konsep tempo dulu yang kuat, menggambarkan potret kehidupan Jawa klasik, figur-figur perempuan, hingga suasana pasar tradisional yang dibuat dengan goresan spontan dan ekspresif."Banyak penggemarnya ternyata, apalagi karya original saya ini bisa dan sudah pernah ikut pameran di Ubud. Respon positif dari berbagai pelukis yang sering mampir ke Warung Gudeg Joglo di Jl. Badak Agung Renon ini, karya sketsa dengan spontanitas mengalir begitu saja sudah menjadi hobi sejak kecil saya hingga sekarang," ungkap Retno Arya Bayuaji saat ditemui di warungnya.Dari Pameran di Ubud ke Dinding Warung Gudeg joglo ,Tak main-main, karya original Retno Arya Bayuaji sudah pernah dipamerkan di Ubud yang dikenal sebagai pusatnya seni dunia. Banyak pelukis dan seniman yang kebetulan mampir makan gudeg, justru terpukau dengan karya-karya yang terpajang di dinding warung.Goresan sketsa Retno dikenal memiliki spontanitas yang tinggi. Tidak terlalu banyak coretan ulang, mengalir begitu saja namun berhasil menangkap emosi dan cerita dari objek yang dilukis. Ciri khas inilah yang membuat karya-karyanya banyak diburu kolektor.Makan Gudeg Autentik Sambil Menikmati Karya Seni Sketsa original.Selain menjadi ruang seni, Warung Gudeg Joglo tetap mempertahankan identitas utamanya sebagai warung kuliner dengan *menu gudeg Jogja autentik original dengan harga terjangkau*.Perpaduan antara cita rasa gudeg yang manis-gurih khas Jogja dengan suasana galeri sketsa tempo dulu memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.Warung Gudeg Joglo dengan khas menu gudeg Jogja yang autentik original dengan harga terjangkau, sekaligus menikmati karya-karya sketsa tempo dulu sangat menginspirasi pengunjung dari berbagai kota, baik lokal maupun mancanegara.Banyak wisatawan lokal dari berbagai kota hingga turis mancanegara yang sengaja datang tidak hanya untuk makan, tetapi juga untuk melihat dan berdiskusi tentang karya seni yang ada."Habis makan gudeg, lihat lukisan-lukisan Mbak Retno jadi rasanya kayak balik ke Jogja tempo dulu. Inspiratif banget, makan kenyang, hati juga senang dapat inspirasi seni," ujar salah satu pengunjung asal Jakarta.Dengan konsep kuliner plus art space ini, Warung Gudeg Joglo di Renon menjadi salah satu destinasi unik di Denpasar yang wajib dikunjungi, terutama bagi pecinta kuliner dan seni.INFO KUNJUNGAN: Warung Gudeg Joglo Alamat: Jl. Badak Agung, Renon, Denpasar  Menu Andalan: Gudeg Jogja Original, Krecek, Ayam Kampung, Telur Pindang  Fasilitas: Studio Art & Galeri Sketsa Tempo Dulu.#storytelling bali-inspirasi 

Upcoming Events in Bali

Jangan lewatkan event menarik di Bali

View All

Follow the Beauty of Bali @bali.inspirasi

Dapatkan Inspirasi Bali
Langsung di Email Anda

Informasi destinasi, event, dan promo menarik setiap minggu.

Home Destination Stay Search Menu
Tersimpan
Belum ada favorit

Klik ikon hati pada tempat yang Anda sukai untuk menyimpannya di sini.