Latest Articles

Inspirasi & informasi terbaru dari Bali

View All
BEYOND IMAGINATION #3: SENIMAN INDONESIA MENEMBUS BATAS  KONVENSIONAL DI YOGYAKARTA
Art 08 Sep 2026

BEYOND IMAGINATION #3: SENIMAN INDONESIA MENEMBUS BATAS KONVENSIONAL DI YOGYAKARTA

BEYOND IMAGINATION #3: SENIMAN INDONESIA MENEMBUS BATAS KONVENSIONAL DI YOGYAKARTA"Merayakan keberanian bereksperimen, berpikir kreatif, dan menciptakan kemungkinan baru dalam seni rupa Indonesia"YOGYAKARTA, September 2026 — Seni rupa tidak selalu harus berada di dalam batas-batas yang sudah dikenal. Ia dapat bergerak, berubah, bereksperimen, bahkan mempertanyakan kembali bentuk dan cara kita memahami sebuah karya.Semangat inilah yang menjadi landasan penyelenggaraan Beyond Imagination #3, pameran seni rupa yang diselenggarakan oleh Seniman Muda Indonesia (SEMUI) di Pendhapa Art Space, Yogyakarta, pada 5–26 September 2026.Pameran ini dikuratori oleh Heri Kris dan secara resmi dibuka pada Sabtu, 5 September 2026 pukul 16.00 WIB oleh Prof. M. Dwi Marianto, MFA, Ph.D.Beyond Imagination #3 merupakan kelanjutan dari rangkaian pameran Beyond Imagination yang sejak awal dibangun sebagai ruang bagi seniman untuk berani keluar dari batas-batas konvensional.Namun pada edisi ketiga ini, semangat tersebut diperluas dengan menghadirkan praktik seni yang semakin beragam, eksperimental, dan berani dalam penggunaan medium maupun pendekatan artistik.Dari “Membuat Karya” Menjadi “Menciptakan Pengalaman”Beyond Imagination #3 tidak ingin melihat karya seni hanya sebagai objek yang ditempatkan di ruang pamer untuk kemudian dilihat oleh pengunjung.Sebaliknya, pameran ini mendorong seniman untuk memikirkan bagaimana sebuah karya dapat membangun pengalaman, atmosfer, dialog, dan hubungan baru antara karya dengan ruang serta penontonnya.Eksperimentasi menjadi bagian penting dalam proses tersebut.Medium tidak lagi harus menjadi batas. Material alternatif, objek keseharian, ruang, teknologi, cahaya, suara, video, maupun berbagai pendekatan lintas disiplin dapat menjadi bagian dari bahasa artistik selama memiliki hubungan yang kuat dengan gagasan yang dibangun seniman.Dengan demikian, Beyond Imagination #3 bukan sekadar pameran tentang karya yang “berbeda”, tetapi tentang keberanian untuk berpikir dan menciptakan dengan cara yang berbeda.Berani Keluar dari Kebiasaan Semangat untuk keluar dari kebiasaan tersebut juga menjadi salah satu gagasan yang ditekankan oleh Annie Sofyan, yang melihat Beyond Imagination sebagai sebuah ajakan kepada para seniman untuk terus mengembangkan kreativitas dan keberanian dalam proses berkarya.Menurut Annie Sofyan, Beyond Imagination bukan sekadar sebuah tema atau judul pameran, tetapi sebuah dorongan agar para seniman berani meninggalkan pola penciptaan yang terlalu nyaman dan berulang.“Beyond Imagination mengajak teman-teman untuk berpikir lebih kreatif dan berani mencoba sesuatu yang berbeda. Jangan berkarya secara flat atau biasa-biasa saja. Kita harus berani keluar dari kebiasaan, berani berpikir out of the box, dan berani mencari kemungkinan-kemungkinan baru dalam berkarya.”Bagi Annie, keberanian untuk keluar dari kebiasaan merupakan bagian penting dari perjalanan seorang seniman. Ketika seorang seniman terus bekerja dengan cara yang sama, menggunakan pendekatan yang sama, dan hanya mengulang apa yang sudah pernah dilakukan, maka kemungkinan untuk menemukan sesuatu yang baru menjadi semakin kecil.Karena itu, Beyond Imagination #3 memberikan ruang bagi para seniman untuk mencoba pendekatan yang lebih bebas. Seniman didorong untuk tidak hanya memikirkan apa yang akan dibuat, tetapi juga mempertanyakan bagaimana karya itu dibuat, mengapa medium tertentu dipilih, bagaimana material dapat berbicara, serta bagaimana karya dapat membangun pengalaman baru bagi publik.“Ketika teman-teman berani keluar dari kebiasaan, saya percaya akan lahir karya-karya yang memiliki karakter dan pengalaman yang berbeda. Dan karya-karya itulah yang pada akhirnya bertemu dan tergelar dalam pameran Beyond Imagination #3 di Pendhapa Art Space,” ujar Annie Sofyan.Pernyataan tersebut menjadi penting karena keberanian eksperimentasi tidak selalu berarti membuat sesuatu yang sekadar terlihat aneh atau berbeda. Eksperimentasi justru membutuhkan keberanian untuk mencari, mencoba, mempertanyakan, dan menemukan bahasa yang paling tepat bagi gagasan seorang seniman.Dengan demikian, out of the box bukan sekadar persoalan bentuk visual,melainkan cara berpikir.Seniman tidak hanya ditantang untuk menghasilkan karya yang berbeda secara fisik, tetapi juga untuk memiliki keberanian membongkar cara berpikir yang selama ini dianggap biasa.Ketika Seniman Didorong Keluar dari Zona Nyaman ,Menurut Tato Kastareja, Ketua Seniman Muda Indonesia (SEMUI), Beyond Imagination dibangun dari kegelisahan terhadap praktik seni yang terlalu mudah terjebak pada pola-pola yang sudah mapan.“Kami ingin memberikan ruang kepada seniman untuk berani keluar dari zona nyaman. Beyond Imagination bukan sekadar mengajak seniman membuat karya yang aneh atau berbeda, tetapi mendorong mereka untuk mempertanyakan kembali cara mereka berpikir, memilih medium, membangun gagasan, dan berkomunikasi dengan publik.”Menurutnya, perkembangan seni rupa membutuhkan ruang eksperimen yang memungkinkan seniman mengambil risiko.“Seni berkembang ketika seniman berani mencoba sesuatu yang belum tentu berhasil. Karena itu, keberanian bereksperimen adalah bagian penting dari proses penciptaan.”Dalam konteks tersebut, Beyond Imagination #3 menjadi ruang yang mempertemukan keberanian individual para seniman dengan sebuah pengalaman kolektif dalam ruang pamer.Karya-karya yang hadir merupakan hasil dari proses pencarian masing-masing seniman—dengan karakter, gagasan, material, dan pendekatan yang berbeda-beda—namun dipertemukan oleh satu semangat yang sama: keinginan untuk melampaui sesuatu yang sudah dianggap biasa.Kurator sebagai Penghubung antara Gagasan, Karya, dan Publik Dalam Beyond Imagination #3, peran kurator Heri Kris menjadi penting dalam membangun hubungan antara keragaman karya yang hadir dalam pameran.Kuratorial tidak hanya berfungsi untuk memilih dan menempatkan karya, tetapi juga membaca berbagai kemungkinan yang muncul dari proses eksperimentasi para seniman.Pameran menjadi ruang di mana berbagai pendekatan artistik dapat bertemu, berhadapan, dan saling membuka kemungkinan pembacaan baru.Keragaman tersebut justru menjadi kekuatan pameran. Tidak semua karya harus berbicara dengan bahasa yang sama, karena setiap seniman memiliki pengalaman dan cara pandang yang berbeda.Yang menyatukannya adalah keberanian untuk melampaui yang sudah dikenal.Performance Kolaborasi Seniman IndonesiaPembukaan Beyond Imagination #3 juga akan diwarnai dengan performance kolaborasi seniman - seniman Indonesia.Performance tersebut menjadi bagian integral dari semangat pameran untuk memperluas pengalaman seni. Seni tidak hanya hadir sebagai objek visual, tetapi juga sebagai peristiwa yang berlangsung melalui tubuh, ruang, waktu, suara, gerak, dan interaksi.Kolaborasi ini sekaligus menjadi simbol bahwa perkembangan seni rupa Indonesia tidak berdiri sendiri. Ia tumbuh melalui pertemuan berbagai gagasan, latar belakang, pengalaman, dan praktik artistik.Yogyakarta: Ruang yang Tepat untuk Eksperimentasi,Dipilihnya Yogyakarta sebagai lokasi penyelenggaraan Beyond Imagination #3 juga memberikan konteks penting bagi pameran ini.Sebagai salah satu kota penting dalam perkembangan seni rupa Indonesia, Yogyakarta memiliki ekosistem seni yang dinamis dan tradisieksperimentasi yang kuat.Kehadiran Pendhapa Art Space menjadi bagian dari upaya mempertemukan berbagai energi tersebut dalam sebuah ruang pamer yang terbuka terhadap gagasan dan praktik seni kontemporer.Melalui penyelenggaraan ini, SEMUI berharap Beyond Imagination #3 dapat menjadi ruang dialog antara seniman, kurator, komunitas seni, mahasiswa, pelajar, pemerhati seni, kolektor, dan masyarakat luas.Beyond Imagination Bukan Titik AkhirBagi SEMUI, Beyond Imagination #3 bukanlah sebuah titik akhir.Pameran ini merupakan bagian dari proses panjang untuk membangun ekosistem seni rupa yang memberikan kesempatan lebih besar kepada seniman Indonesia untuk bereksperimen dan berkembang.Seni rupa Indonesia tidak hanya membutuhkan ruang untuk memamerkan karya, tetapi juga membutuhkan ruang untuk mencoba, mempertanyakan, gagal, menemukan, dan menciptakan sesuatu yang baru.Pada akhirnya, karya-karya yang tergelar dalam Beyond Imagination #3 adalah hasil dari keberanian tersebut: keberanian untuk meninggalkan kebiasaan, membuka kemungkinan, dan memberikan kesempatan kepada imajinasi untuk bergerak lebih jauh.Karena Beyond Imagination bukan hanya tentang membuat sesuatu yang berbeda.Ia adalah tentang berani berpikir berbeda sebelum berani membuat sesuatu yang berbeda.Dan ketika keberanian itu bertemu dalam satu ruang, lahirlah sebuah pameran yang tidak hanya dapat dilihat, tetapi juga dapat dibaca sebagai rekaman perjalanan para seniman dalam mencari kemungkinan baru.Beyond Imagination #3 mengajak seniman dan publik untuk bersama-sama melampaui batas tersebut.INFORMASI PAMERANBEYOND IMAGINATION #35–26 September 2026���Pendhapa Art Space, YogyakartaKurator:Heri KrisPembukaan:Sabtu, 5 September 2026Pukul 16.00 WIBDibuka oleh:Prof. M. Dwi Marianto, MFA, Ph.D.Performance:Kolaborasi Seniman-Seniman IndonesiaPenyelenggara:SEMUI — Seniman Muda IndonesiaTENTANG SEMUISeniman Muda Indonesia (SEMUI) adalah organisasi yang berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem seni rupa Indonesia melalui penyelenggaraan pameran, pengembangan seniman, program kuratorial, riset, pendidikan, publikasi, dan berbagai inisiatif seni lainnya.SEMUI memiliki perhatian khusus terhadap perkembangan praktik seni rupa kontemporer serta mendorong generasi seniman Indonesia untuk berani mengembangkan gagasan, mengeksplorasi medium, dan membangun praktik artistik yang relevan dengan perubahan zaman.Melalui berbagai programnya, SEMUI berupaya membangun ruang seni yang tidak hanya menjadi tempat untuk memamerkan karya, tetapi juga menjadi ruang belajar, bereksperimen, berdialog, dan menciptakan kemungkinan baru.Beyond Imagination #3 menjadi salah satu bentuk komitmen tersebut: menghadirkan ruang di mana seniman diberikan keberanian untuk melampaui yang sudah dikenal dan membayangkan kemungkinan yang belum terbayangkan.MEDIA CONTACTSEMUI — Seniman Muda IndonesiaUntuk informasi, wawancara, materi publikasi, dan kebutuhan media mengenai Beyond Imagination #3, silakan menghubungi panitia/PR SEMUI

KayuMas Kopi Raih Omzet Bagus di Bali Interfood 2026, Pengunjung dari Mancanegara Padati BNDCC Nusa Dua
Hospitality 07 Sep 2026

KayuMas Kopi Raih Omzet Bagus di Bali Interfood 2026, Pengunjung dari Mancanegara Padati BNDCC Nusa Dua

Kayumas Kopi Raih Omzet Bagus di Bali Interfood 2026, Pengunjung dari Mancanegara Padati BNDCC Nusa Dua*Bali,NUSA DUA.7.9.2026.* — Brand kopi UMKM lokal ,*Kayumas Kopi* turut meramaikan ajang pameran kuliner dan teknologi terbesar di Pulau Dewata, *Bali Interfood 2026*. Event yang digelar di *BNDCC Nusa Dua* pada tanggal 2 hingga 4 September 2026 ini menjadi magnet bagi pelaku usaha F&B dari dalam dan luar negeri.Selama 3 hari pameran, booth Kayumas Kopi tak pernah sepi. Berbagai varian kopi khas Ijen Raung yang dipamerkan berhasil menarik perhatian pengunjung."Dengan omzet yang bagus pada event ini, dan juga semua pengunjungnya sangat berkualitas, bahkan dari berbagai mancanegara juga hadir," ungkap *Didik dari Kayumas Kopi saat ditemui awak media di sela-sela pameran.Menurut Didik, antusiasme pengunjung tahun ini jauh lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Banyak buyer, hotelier, hingga investor yang datang langsung untuk menjajaki peluang kerja sama dan distribusi.Pariwisata Bali Jadi Magnet Investor F&B,Bali Interfood 2026 memang sengaja digelar untuk menangkap momentum pemulihan pariwisata Bali yang terus membaik. Sektor makanan dan minuman menjadi salah satu primadona yang paling dilirik."Pariwisata Bali yang semakin membaik selalu jadi incaran para investor menengah ke atas, untuk mencari peluang bisnis di bidang makanan dan minuman di sektor pariwisata Bali," tambah Didik.Hal ini terlihat dari ramainya stand-stand yang diisi oleh brand lokal, nasional, hingga internasional. Mulai dari produk kopi, bakery, makanan kemasan, hingga teknologi mesin F&B terbaru ikut dipamerkan.Panitia mencatat ribuan pengunjung hadir selama 3 hari, dengan komposisi 60% pelaku bisnis dan 40% masyarakat umum. Banyak dari mereka datang khusus dari Australia, Jepang, Korea, dan negara-negara Eropa.Kayumas Kopi Bidik Ekspansi Lewat Jaringan Hotel,Keikutsertaan Kayumas Kopi di Bali Interfood 2026 bukan sekadar jualan. Target utama mereka adalah memperluas jaringan ke hotel, restoran, dan cafe di kawasan wisata."Event seperti ini penting. Kita ketemu langsung sama decision maker. Nggak cuma jual produk, tapi juga cerita tentang kopi Bali ke dunia," tutup Didik.Dengan hasil positif di Bali Interfood 2026, Kayumas Kopi optimis bisa memperluas pasar dan membawa cita rasa kopi Nusantara ke pasar global. Bali Interfood 2026  adalah pameran internasional untuk industri makanan, minuman, perhotelan, dan teknologi kuliner. Tahun ini event dipusatkan di BNDCC Nusa Dua dan diikuti lebih dari 200 peserta dari 15 negara.#storytelling

Dibukanya Event Pameran Terbesar  ,BALI INTERFOOD 2026
Hospitality 02 Sep 2026

Dibukanya Event Pameran Terbesar ,BALI INTERFOOD 2026

[2/9 15.30] storytelling: PAMERAN BALI INTERFOOD 2026OPENING CEREMONYBali Interfood 2026 resmi dibuka hari ini di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali. Memasuki penyelenggaraan ke-7 pada 2-4 September 2026, pameran internasional yang diselenggarakan Krista Exhibitions Group ini mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman (F&B), hospitality, bakery, kopi, wine & spirit, hingga teknologi dan solusi bisnis dalam satu ekosistem.Bali Interfood 2026 menjadi titik temu strategis bagi produsen, distributor, importir, buyer, pelaku HORECA, peritel, pemilik restoran dan kafe, hingga investor. Selain pameran, business matching, networking session, dan program edukatif membuka peluang kolaborasi serta transaksi baru. Diikuti 110 peserta dari delapan negara, termasuk 35 UMKM, Bali Interfood 2026 menghadirkan produk, teknologi, dan solusi terbaru bagi industri F&B dan hospitality, dengan target 15.000 pengunjung selama tiga hari.CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan "Bali memiliki posisi yang strategis dalam perkembangan industri F&B nasional. Pertumbuhan sektor pariwisata, hotel, restoran, kafe, serta bisnis kuliner di Bali terus menciptakan kebutuhan terhadap produk, bahan baku, peralatan, teknologi, dan solusi industri yang semakin beragam."Bali bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga merupakan salah satu pusat pertumbuhan bisnis hospitality dan kuliner di Indonesia. Karena itu, Bali Interfood kami hadirkan sebagai platform yang mempertemukan kebutuhan industri dengan inovasi dan peluang bisnis, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal dan UMKM untuk berkembang dan terhubung dengan pasar yang lebih luas," ungkapnya.Pada penyelenggaraan tahun ini, Bali Interfood hadir bersamaan dengan Bali Hotel & Tourism, Bali Coffee Expo, Bali Wine & Spirit, serta Bakery Indonesia Expo 2026. Kolaborasi tersebut menghadirkan ekosistem yang lebih luas, mulai dari bahan baku, produk makanan dan minuman, bakery dan pastry, kopi, wine & spirit, peralatan pengolahan, horeca, jasa boga, hingga teknologi dan solusi pengemasan.Pengunjung tidak hanya dapat mencari produk sesuai kebutuhan bisnis, tetapi juga melihat bagaimana berbagai sektor dalam industri F&B dan hospitality saling terhubung. "Yang kami hadirkan bukan hanya produk, tetapi juga kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang berada di balik industri ini buyer, supplier, chef, purchasing, distributor, asosiasi, hingga profesional hospitality," tambah Daud.[2/9 15.35] storytelling: Salah satu program yang menjadi unggulan pada Bali Interfood 2026 adalah Gelato World Cup Indonesian Selection, yang berlangsung selama tiga hari. Pengunjung dapat menyaksikan kompetisi sekaligus mengikuti berbagai workshop yang menghadirkan teknik dan kreativitas para profesional gelato. Rangkaian program tersebut antara lain Gelato Workshop Coconut Mango Dessert, Mixologist Workshop Morello Cherry Gelato, Gelato Competition, Gelato Workshop Sorbet Lollies, serta Mixologist Workshop Blood Orange Sorbet.Selain gelato, pengunjung juga dapat menikmati berbagai sesi kuliner dan beverage yang menghadirkan chef serta profesional industri. Program tersebut. mencakup Cinnamon Roll bersama Chef Fajri Winarno, Dimsum Keju Lumer & Ghyong Chilli Oil bersama Chef Lucky R Katili, Bali Beans Manual Brew Class bersama Barista | Made Galih Kresnadana, serta demo Mie Goreng Lada Hitam & Kwetiau Goreng Olive Vegetable bersama Chef Ugay.Bali Interfood 2026 menghadirkan pengalaman eksplorasi rasa yang mempertemukan wine dengan beragam karakter cita rasa melalui rangkaian Wine Pairings. Pengunjung diajak menikmati perpaduan yang unik dan inovatif, mulai dari Wine & Coffee Sensory bersama Bali Beans Coffee, Wine & Chocolate Pairing bersama Mason Chocolates Bali, hingga Plant-Based Perfection: A Green Rebel Wine Pairing Workshop.Sementara itu, IPBI Competition Area menghadirkan berbagai kompetisi dan workshop, seperti Fruit Carving Competition, Table Setting Into the Sea Competition, dan Flower Table Decoration Workshop. Isu keberlanjutan juga menjadi bagian dari agenda edukasi melalui panel diskusi "Rethinking Food Waste: How Hospitality Can Do It Better" oleh Business & Community Manager Bali Restaurant Café Association (BRCA).Bali Interfood 2026 juga memperkuat sisi bisnis melalui Business Matching Room, yang secara khusus mempertemukan pelaku industri Ho.Re.Ca.Ba (Hotel, Restaurant, Café, dan Bakery) dengan supplier dan exhibitor. Sejumlah agenda yang digelar antara lain "Ngopi Darat with Purchasing & Supplier Ho.Re.Ca.Ba Bali", Coffee Morning with APKRINDO & APRINDO Bali, Afternoon Tea with IKABOGA & PHRI Bali, serta Meetup with Bali Restaurant Café Associations.Program tersebut membuka ruang pertemuan langsung antara perwakilan purchasing dan procurement dengan supplier yang menawarkan bahan baku, produk, peralatan, teknologi, dan berbagai solusi untuk kebutuhan operasional bisnis. Bagi pelaku usaha, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mencari sumber produk baru,membandingkan solusi, membangun koneksi dengan supplier,serta menjajaki kerja sama yang berpotensi berlanjut setelah pameran.[2/9 15.39] storytelling: Bali Interfood 2026 turut memberikan perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Krista Training Center by IKABOGA, yang menghadirkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk bidang Chef de Partie, Demi Chef, Baker, Commis Pastry, serta RCC (Perpanjangan Masa Berlaku Sertifikat).Rangkaian program tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan industri F&B tidak hanya membutuhkan inovasi produk dan teknologi, tetapi juga peningkatan kompetensi tenaga profesional serta kesadaran terhadap tantangan industri yang semakin berkembang.Kolaborasi tersebut memperkuat posisi Bali Interfood sebagai ruang pertemuan berbagai kepentingan dalam industri F&B dan hospitality. Dari produsen dan distributor hingga hotel, restoran, kafe, bakery, buyer, investor, profesional kuliner, dan penyedia teknologi, seluruhnya bertemu dalam satu ekosistem.Dengan dibukanya pameran Bali Interfood 2026 sekaligus membuka tiga hari kesempatan bagi pelaku industri untuk melihat inovasi, menemukan produk. membangun koneksi, meningkatkan kompetensi, dan menciptakan peluang bisnis baru.Para pengunjung dapat melakukan registrasi secara online melalui website resmi Bali Interfood 2026 di register.kristaonline.com/visitor/baliinterfood. Registrasi juga tersedia langsung di lokasi selama pameran berlangsung. Tiket masuk sebesar Rp100.000 dan berlaku untuk akses selama tiga hari penyelenggaraan.Jangan lewatkan kesempatan acara ini untuk membuka peluang bisnis anda kedepannya!#storytelling bali-inspirasi #

BEYOND IMAGINATION #3: SENIMAN INDONESIA MENEMBUS BATAS  KONVENSIONAL DI YOGYAKARTA
Art 08 Sep 2026

BEYOND IMAGINATION #3: SENIMAN INDONESIA MENEMBUS BATAS KONVENSIONAL DI YOGYAKARTA

BEYOND IMAGINATION #3: SENIMAN INDONESIA MENEMBUS BATAS KONVENSIONAL DI YOGYAKARTA"Merayakan keberanian bereksperimen, berpikir kreatif, dan menciptakan kemungkinan baru dalam seni rupa Indonesia"YOGYAKARTA, September 2026 — Seni rupa tidak selalu harus berada di dalam batas-batas yang sudah dikenal. Ia dapat bergerak, berubah, bereksperimen, bahkan mempertanyakan kembali bentuk dan cara kita memahami sebuah karya.Semangat inilah yang menjadi landasan penyelenggaraan Beyond Imagination #3, pameran seni rupa yang diselenggarakan oleh Seniman Muda Indonesia (SEMUI) di Pendhapa Art Space, Yogyakarta, pada 5–26 September 2026.Pameran ini dikuratori oleh Heri Kris dan secara resmi dibuka pada Sabtu, 5 September 2026 pukul 16.00 WIB oleh Prof. M. Dwi Marianto, MFA, Ph.D.Beyond Imagination #3 merupakan kelanjutan dari rangkaian pameran Beyond Imagination yang sejak awal dibangun sebagai ruang bagi seniman untuk berani keluar dari batas-batas konvensional.Namun pada edisi ketiga ini, semangat tersebut diperluas dengan menghadirkan praktik seni yang semakin beragam, eksperimental, dan berani dalam penggunaan medium maupun pendekatan artistik.Dari “Membuat Karya” Menjadi “Menciptakan Pengalaman”Beyond Imagination #3 tidak ingin melihat karya seni hanya sebagai objek yang ditempatkan di ruang pamer untuk kemudian dilihat oleh pengunjung.Sebaliknya, pameran ini mendorong seniman untuk memikirkan bagaimana sebuah karya dapat membangun pengalaman, atmosfer, dialog, dan hubungan baru antara karya dengan ruang serta penontonnya.Eksperimentasi menjadi bagian penting dalam proses tersebut.Medium tidak lagi harus menjadi batas. Material alternatif, objek keseharian, ruang, teknologi, cahaya, suara, video, maupun berbagai pendekatan lintas disiplin dapat menjadi bagian dari bahasa artistik selama memiliki hubungan yang kuat dengan gagasan yang dibangun seniman.Dengan demikian, Beyond Imagination #3 bukan sekadar pameran tentang karya yang “berbeda”, tetapi tentang keberanian untuk berpikir dan menciptakan dengan cara yang berbeda.Berani Keluar dari Kebiasaan Semangat untuk keluar dari kebiasaan tersebut juga menjadi salah satu gagasan yang ditekankan oleh Annie Sofyan, yang melihat Beyond Imagination sebagai sebuah ajakan kepada para seniman untuk terus mengembangkan kreativitas dan keberanian dalam proses berkarya.Menurut Annie Sofyan, Beyond Imagination bukan sekadar sebuah tema atau judul pameran, tetapi sebuah dorongan agar para seniman berani meninggalkan pola penciptaan yang terlalu nyaman dan berulang.“Beyond Imagination mengajak teman-teman untuk berpikir lebih kreatif dan berani mencoba sesuatu yang berbeda. Jangan berkarya secara flat atau biasa-biasa saja. Kita harus berani keluar dari kebiasaan, berani berpikir out of the box, dan berani mencari kemungkinan-kemungkinan baru dalam berkarya.”Bagi Annie, keberanian untuk keluar dari kebiasaan merupakan bagian penting dari perjalanan seorang seniman. Ketika seorang seniman terus bekerja dengan cara yang sama, menggunakan pendekatan yang sama, dan hanya mengulang apa yang sudah pernah dilakukan, maka kemungkinan untuk menemukan sesuatu yang baru menjadi semakin kecil.Karena itu, Beyond Imagination #3 memberikan ruang bagi para seniman untuk mencoba pendekatan yang lebih bebas. Seniman didorong untuk tidak hanya memikirkan apa yang akan dibuat, tetapi juga mempertanyakan bagaimana karya itu dibuat, mengapa medium tertentu dipilih, bagaimana material dapat berbicara, serta bagaimana karya dapat membangun pengalaman baru bagi publik.“Ketika teman-teman berani keluar dari kebiasaan, saya percaya akan lahir karya-karya yang memiliki karakter dan pengalaman yang berbeda. Dan karya-karya itulah yang pada akhirnya bertemu dan tergelar dalam pameran Beyond Imagination #3 di Pendhapa Art Space,” ujar Annie Sofyan.Pernyataan tersebut menjadi penting karena keberanian eksperimentasi tidak selalu berarti membuat sesuatu yang sekadar terlihat aneh atau berbeda. Eksperimentasi justru membutuhkan keberanian untuk mencari, mencoba, mempertanyakan, dan menemukan bahasa yang paling tepat bagi gagasan seorang seniman.Dengan demikian, out of the box bukan sekadar persoalan bentuk visual,melainkan cara berpikir.Seniman tidak hanya ditantang untuk menghasilkan karya yang berbeda secara fisik, tetapi juga untuk memiliki keberanian membongkar cara berpikir yang selama ini dianggap biasa.Ketika Seniman Didorong Keluar dari Zona Nyaman ,Menurut Tato Kastareja, Ketua Seniman Muda Indonesia (SEMUI), Beyond Imagination dibangun dari kegelisahan terhadap praktik seni yang terlalu mudah terjebak pada pola-pola yang sudah mapan.“Kami ingin memberikan ruang kepada seniman untuk berani keluar dari zona nyaman. Beyond Imagination bukan sekadar mengajak seniman membuat karya yang aneh atau berbeda, tetapi mendorong mereka untuk mempertanyakan kembali cara mereka berpikir, memilih medium, membangun gagasan, dan berkomunikasi dengan publik.”Menurutnya, perkembangan seni rupa membutuhkan ruang eksperimen yang memungkinkan seniman mengambil risiko.“Seni berkembang ketika seniman berani mencoba sesuatu yang belum tentu berhasil. Karena itu, keberanian bereksperimen adalah bagian penting dari proses penciptaan.”Dalam konteks tersebut, Beyond Imagination #3 menjadi ruang yang mempertemukan keberanian individual para seniman dengan sebuah pengalaman kolektif dalam ruang pamer.Karya-karya yang hadir merupakan hasil dari proses pencarian masing-masing seniman—dengan karakter, gagasan, material, dan pendekatan yang berbeda-beda—namun dipertemukan oleh satu semangat yang sama: keinginan untuk melampaui sesuatu yang sudah dianggap biasa.Kurator sebagai Penghubung antara Gagasan, Karya, dan Publik Dalam Beyond Imagination #3, peran kurator Heri Kris menjadi penting dalam membangun hubungan antara keragaman karya yang hadir dalam pameran.Kuratorial tidak hanya berfungsi untuk memilih dan menempatkan karya, tetapi juga membaca berbagai kemungkinan yang muncul dari proses eksperimentasi para seniman.Pameran menjadi ruang di mana berbagai pendekatan artistik dapat bertemu, berhadapan, dan saling membuka kemungkinan pembacaan baru.Keragaman tersebut justru menjadi kekuatan pameran. Tidak semua karya harus berbicara dengan bahasa yang sama, karena setiap seniman memiliki pengalaman dan cara pandang yang berbeda.Yang menyatukannya adalah keberanian untuk melampaui yang sudah dikenal.Performance Kolaborasi Seniman IndonesiaPembukaan Beyond Imagination #3 juga akan diwarnai dengan performance kolaborasi seniman - seniman Indonesia.Performance tersebut menjadi bagian integral dari semangat pameran untuk memperluas pengalaman seni. Seni tidak hanya hadir sebagai objek visual, tetapi juga sebagai peristiwa yang berlangsung melalui tubuh, ruang, waktu, suara, gerak, dan interaksi.Kolaborasi ini sekaligus menjadi simbol bahwa perkembangan seni rupa Indonesia tidak berdiri sendiri. Ia tumbuh melalui pertemuan berbagai gagasan, latar belakang, pengalaman, dan praktik artistik.Yogyakarta: Ruang yang Tepat untuk Eksperimentasi,Dipilihnya Yogyakarta sebagai lokasi penyelenggaraan Beyond Imagination #3 juga memberikan konteks penting bagi pameran ini.Sebagai salah satu kota penting dalam perkembangan seni rupa Indonesia, Yogyakarta memiliki ekosistem seni yang dinamis dan tradisieksperimentasi yang kuat.Kehadiran Pendhapa Art Space menjadi bagian dari upaya mempertemukan berbagai energi tersebut dalam sebuah ruang pamer yang terbuka terhadap gagasan dan praktik seni kontemporer.Melalui penyelenggaraan ini, SEMUI berharap Beyond Imagination #3 dapat menjadi ruang dialog antara seniman, kurator, komunitas seni, mahasiswa, pelajar, pemerhati seni, kolektor, dan masyarakat luas.Beyond Imagination Bukan Titik AkhirBagi SEMUI, Beyond Imagination #3 bukanlah sebuah titik akhir.Pameran ini merupakan bagian dari proses panjang untuk membangun ekosistem seni rupa yang memberikan kesempatan lebih besar kepada seniman Indonesia untuk bereksperimen dan berkembang.Seni rupa Indonesia tidak hanya membutuhkan ruang untuk memamerkan karya, tetapi juga membutuhkan ruang untuk mencoba, mempertanyakan, gagal, menemukan, dan menciptakan sesuatu yang baru.Pada akhirnya, karya-karya yang tergelar dalam Beyond Imagination #3 adalah hasil dari keberanian tersebut: keberanian untuk meninggalkan kebiasaan, membuka kemungkinan, dan memberikan kesempatan kepada imajinasi untuk bergerak lebih jauh.Karena Beyond Imagination bukan hanya tentang membuat sesuatu yang berbeda.Ia adalah tentang berani berpikir berbeda sebelum berani membuat sesuatu yang berbeda.Dan ketika keberanian itu bertemu dalam satu ruang, lahirlah sebuah pameran yang tidak hanya dapat dilihat, tetapi juga dapat dibaca sebagai rekaman perjalanan para seniman dalam mencari kemungkinan baru.Beyond Imagination #3 mengajak seniman dan publik untuk bersama-sama melampaui batas tersebut.INFORMASI PAMERANBEYOND IMAGINATION #35–26 September 2026���Pendhapa Art Space, YogyakartaKurator:Heri KrisPembukaan:Sabtu, 5 September 2026Pukul 16.00 WIBDibuka oleh:Prof. M. Dwi Marianto, MFA, Ph.D.Performance:Kolaborasi Seniman-Seniman IndonesiaPenyelenggara:SEMUI — Seniman Muda IndonesiaTENTANG SEMUISeniman Muda Indonesia (SEMUI) adalah organisasi yang berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem seni rupa Indonesia melalui penyelenggaraan pameran, pengembangan seniman, program kuratorial, riset, pendidikan, publikasi, dan berbagai inisiatif seni lainnya.SEMUI memiliki perhatian khusus terhadap perkembangan praktik seni rupa kontemporer serta mendorong generasi seniman Indonesia untuk berani mengembangkan gagasan, mengeksplorasi medium, dan membangun praktik artistik yang relevan dengan perubahan zaman.Melalui berbagai programnya, SEMUI berupaya membangun ruang seni yang tidak hanya menjadi tempat untuk memamerkan karya, tetapi juga menjadi ruang belajar, bereksperimen, berdialog, dan menciptakan kemungkinan baru.Beyond Imagination #3 menjadi salah satu bentuk komitmen tersebut: menghadirkan ruang di mana seniman diberikan keberanian untuk melampaui yang sudah dikenal dan membayangkan kemungkinan yang belum terbayangkan.MEDIA CONTACTSEMUI — Seniman Muda IndonesiaUntuk informasi, wawancara, materi publikasi, dan kebutuhan media mengenai Beyond Imagination #3, silakan menghubungi panitia/PR SEMUI

KayuMas Kopi Raih Omzet Bagus di Bali Interfood 2026, Pengunjung dari Mancanegara Padati BNDCC Nusa Dua
Hospitality 07 Sep 2026

KayuMas Kopi Raih Omzet Bagus di Bali Interfood 2026, Pengunjung dari Mancanegara Padati BNDCC Nusa Dua

Kayumas Kopi Raih Omzet Bagus di Bali Interfood 2026, Pengunjung dari Mancanegara Padati BNDCC Nusa Dua*Bali,NUSA DUA.7.9.2026.* — Brand kopi UMKM lokal ,*Kayumas Kopi* turut meramaikan ajang pameran kuliner dan teknologi terbesar di Pulau Dewata, *Bali Interfood 2026*. Event yang digelar di *BNDCC Nusa Dua* pada tanggal 2 hingga 4 September 2026 ini menjadi magnet bagi pelaku usaha F&B dari dalam dan luar negeri.Selama 3 hari pameran, booth Kayumas Kopi tak pernah sepi. Berbagai varian kopi khas Ijen Raung yang dipamerkan berhasil menarik perhatian pengunjung."Dengan omzet yang bagus pada event ini, dan juga semua pengunjungnya sangat berkualitas, bahkan dari berbagai mancanegara juga hadir," ungkap *Didik dari Kayumas Kopi saat ditemui awak media di sela-sela pameran.Menurut Didik, antusiasme pengunjung tahun ini jauh lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Banyak buyer, hotelier, hingga investor yang datang langsung untuk menjajaki peluang kerja sama dan distribusi.Pariwisata Bali Jadi Magnet Investor F&B,Bali Interfood 2026 memang sengaja digelar untuk menangkap momentum pemulihan pariwisata Bali yang terus membaik. Sektor makanan dan minuman menjadi salah satu primadona yang paling dilirik."Pariwisata Bali yang semakin membaik selalu jadi incaran para investor menengah ke atas, untuk mencari peluang bisnis di bidang makanan dan minuman di sektor pariwisata Bali," tambah Didik.Hal ini terlihat dari ramainya stand-stand yang diisi oleh brand lokal, nasional, hingga internasional. Mulai dari produk kopi, bakery, makanan kemasan, hingga teknologi mesin F&B terbaru ikut dipamerkan.Panitia mencatat ribuan pengunjung hadir selama 3 hari, dengan komposisi 60% pelaku bisnis dan 40% masyarakat umum. Banyak dari mereka datang khusus dari Australia, Jepang, Korea, dan negara-negara Eropa.Kayumas Kopi Bidik Ekspansi Lewat Jaringan Hotel,Keikutsertaan Kayumas Kopi di Bali Interfood 2026 bukan sekadar jualan. Target utama mereka adalah memperluas jaringan ke hotel, restoran, dan cafe di kawasan wisata."Event seperti ini penting. Kita ketemu langsung sama decision maker. Nggak cuma jual produk, tapi juga cerita tentang kopi Bali ke dunia," tutup Didik.Dengan hasil positif di Bali Interfood 2026, Kayumas Kopi optimis bisa memperluas pasar dan membawa cita rasa kopi Nusantara ke pasar global. Bali Interfood 2026  adalah pameran internasional untuk industri makanan, minuman, perhotelan, dan teknologi kuliner. Tahun ini event dipusatkan di BNDCC Nusa Dua dan diikuti lebih dari 200 peserta dari 15 negara.#storytelling

Dibukanya Event Pameran Terbesar  ,BALI INTERFOOD 2026
Hospitality 02 Sep 2026

Dibukanya Event Pameran Terbesar ,BALI INTERFOOD 2026

[2/9 15.30] storytelling: PAMERAN BALI INTERFOOD 2026OPENING CEREMONYBali Interfood 2026 resmi dibuka hari ini di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali. Memasuki penyelenggaraan ke-7 pada 2-4 September 2026, pameran internasional yang diselenggarakan Krista Exhibitions Group ini mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman (F&B), hospitality, bakery, kopi, wine & spirit, hingga teknologi dan solusi bisnis dalam satu ekosistem.Bali Interfood 2026 menjadi titik temu strategis bagi produsen, distributor, importir, buyer, pelaku HORECA, peritel, pemilik restoran dan kafe, hingga investor. Selain pameran, business matching, networking session, dan program edukatif membuka peluang kolaborasi serta transaksi baru. Diikuti 110 peserta dari delapan negara, termasuk 35 UMKM, Bali Interfood 2026 menghadirkan produk, teknologi, dan solusi terbaru bagi industri F&B dan hospitality, dengan target 15.000 pengunjung selama tiga hari.CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan "Bali memiliki posisi yang strategis dalam perkembangan industri F&B nasional. Pertumbuhan sektor pariwisata, hotel, restoran, kafe, serta bisnis kuliner di Bali terus menciptakan kebutuhan terhadap produk, bahan baku, peralatan, teknologi, dan solusi industri yang semakin beragam."Bali bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga merupakan salah satu pusat pertumbuhan bisnis hospitality dan kuliner di Indonesia. Karena itu, Bali Interfood kami hadirkan sebagai platform yang mempertemukan kebutuhan industri dengan inovasi dan peluang bisnis, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal dan UMKM untuk berkembang dan terhubung dengan pasar yang lebih luas," ungkapnya.Pada penyelenggaraan tahun ini, Bali Interfood hadir bersamaan dengan Bali Hotel & Tourism, Bali Coffee Expo, Bali Wine & Spirit, serta Bakery Indonesia Expo 2026. Kolaborasi tersebut menghadirkan ekosistem yang lebih luas, mulai dari bahan baku, produk makanan dan minuman, bakery dan pastry, kopi, wine & spirit, peralatan pengolahan, horeca, jasa boga, hingga teknologi dan solusi pengemasan.Pengunjung tidak hanya dapat mencari produk sesuai kebutuhan bisnis, tetapi juga melihat bagaimana berbagai sektor dalam industri F&B dan hospitality saling terhubung. "Yang kami hadirkan bukan hanya produk, tetapi juga kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang berada di balik industri ini buyer, supplier, chef, purchasing, distributor, asosiasi, hingga profesional hospitality," tambah Daud.[2/9 15.35] storytelling: Salah satu program yang menjadi unggulan pada Bali Interfood 2026 adalah Gelato World Cup Indonesian Selection, yang berlangsung selama tiga hari. Pengunjung dapat menyaksikan kompetisi sekaligus mengikuti berbagai workshop yang menghadirkan teknik dan kreativitas para profesional gelato. Rangkaian program tersebut antara lain Gelato Workshop Coconut Mango Dessert, Mixologist Workshop Morello Cherry Gelato, Gelato Competition, Gelato Workshop Sorbet Lollies, serta Mixologist Workshop Blood Orange Sorbet.Selain gelato, pengunjung juga dapat menikmati berbagai sesi kuliner dan beverage yang menghadirkan chef serta profesional industri. Program tersebut. mencakup Cinnamon Roll bersama Chef Fajri Winarno, Dimsum Keju Lumer & Ghyong Chilli Oil bersama Chef Lucky R Katili, Bali Beans Manual Brew Class bersama Barista | Made Galih Kresnadana, serta demo Mie Goreng Lada Hitam & Kwetiau Goreng Olive Vegetable bersama Chef Ugay.Bali Interfood 2026 menghadirkan pengalaman eksplorasi rasa yang mempertemukan wine dengan beragam karakter cita rasa melalui rangkaian Wine Pairings. Pengunjung diajak menikmati perpaduan yang unik dan inovatif, mulai dari Wine & Coffee Sensory bersama Bali Beans Coffee, Wine & Chocolate Pairing bersama Mason Chocolates Bali, hingga Plant-Based Perfection: A Green Rebel Wine Pairing Workshop.Sementara itu, IPBI Competition Area menghadirkan berbagai kompetisi dan workshop, seperti Fruit Carving Competition, Table Setting Into the Sea Competition, dan Flower Table Decoration Workshop. Isu keberlanjutan juga menjadi bagian dari agenda edukasi melalui panel diskusi "Rethinking Food Waste: How Hospitality Can Do It Better" oleh Business & Community Manager Bali Restaurant Café Association (BRCA).Bali Interfood 2026 juga memperkuat sisi bisnis melalui Business Matching Room, yang secara khusus mempertemukan pelaku industri Ho.Re.Ca.Ba (Hotel, Restaurant, Café, dan Bakery) dengan supplier dan exhibitor. Sejumlah agenda yang digelar antara lain "Ngopi Darat with Purchasing & Supplier Ho.Re.Ca.Ba Bali", Coffee Morning with APKRINDO & APRINDO Bali, Afternoon Tea with IKABOGA & PHRI Bali, serta Meetup with Bali Restaurant Café Associations.Program tersebut membuka ruang pertemuan langsung antara perwakilan purchasing dan procurement dengan supplier yang menawarkan bahan baku, produk, peralatan, teknologi, dan berbagai solusi untuk kebutuhan operasional bisnis. Bagi pelaku usaha, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mencari sumber produk baru,membandingkan solusi, membangun koneksi dengan supplier,serta menjajaki kerja sama yang berpotensi berlanjut setelah pameran.[2/9 15.39] storytelling: Bali Interfood 2026 turut memberikan perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Krista Training Center by IKABOGA, yang menghadirkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk bidang Chef de Partie, Demi Chef, Baker, Commis Pastry, serta RCC (Perpanjangan Masa Berlaku Sertifikat).Rangkaian program tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan industri F&B tidak hanya membutuhkan inovasi produk dan teknologi, tetapi juga peningkatan kompetensi tenaga profesional serta kesadaran terhadap tantangan industri yang semakin berkembang.Kolaborasi tersebut memperkuat posisi Bali Interfood sebagai ruang pertemuan berbagai kepentingan dalam industri F&B dan hospitality. Dari produsen dan distributor hingga hotel, restoran, kafe, bakery, buyer, investor, profesional kuliner, dan penyedia teknologi, seluruhnya bertemu dalam satu ekosistem.Dengan dibukanya pameran Bali Interfood 2026 sekaligus membuka tiga hari kesempatan bagi pelaku industri untuk melihat inovasi, menemukan produk. membangun koneksi, meningkatkan kompetensi, dan menciptakan peluang bisnis baru.Para pengunjung dapat melakukan registrasi secara online melalui website resmi Bali Interfood 2026 di register.kristaonline.com/visitor/baliinterfood. Registrasi juga tersedia langsung di lokasi selama pameran berlangsung. Tiket masuk sebesar Rp100.000 dan berlaku untuk akses selama tiga hari penyelenggaraan.Jangan lewatkan kesempatan acara ini untuk membuka peluang bisnis anda kedepannya!#storytelling bali-inspirasi #

Follow the Beauty of Bali @bali.inspirasi

Dapatkan Inspirasi Bali
Langsung di Email Anda

Informasi destinasi, event, dan promo menarik setiap minggu.

Home Destination Stay Search Menu
Tersimpan
Belum ada favorit

Klik ikon hati pada tempat yang Anda sukai untuk menyimpannya di sini.