Bali Culture & Stories

Read our latest articles about Bali's unique culture and lifestyle.

Jogja , Beyond Imagination #3
Art 31 Jul 2026
Jogja , Beyond Imagination #3

Jogja , Beyond Imagination #3in the midst of ever-more-rapidly changing times, art is challenged to transcend conventional boundaries and open up new, previously unimaginable possibilities. Beyond Imagination #3 presents a space of exploration for artists who dare to penetrate creative territories outside the ordinary, presenting fresh ideas rooted in imagination, innovation, and a vision of the future.This third edition specifically invites works of Mixed Media and Installation, two artistic approaches that enable the intersection of various materials, technologies, found objects, environmental elements, and the ever-evolving alternative media. Through this theme, artists are encouraged to experiment freely, process materials beyond traditional media, and create visual and spatial experiences that can inspire new perspectives on the world to come."We believe that the future is shaped not only by technological advances, but also by the courage of humanity to imagine it. "Therefore, Beyond Imagination #3 is a platform for works that offer speculation, reflection, critique, and hope about various future possibilities—whether personal, social, cultural, ecological, or technological."Let's present works that are bold, innovative, and transcend the boundaries of everyday reason. Use every material, space, and idea as a medium to construct new narratives about the world we are facing and will face."Beyond Imagination #3 is not just an exhibition, but a journey into previously unimagined possibilities."Let see at Jogja..." #storytelling*bali-inspirasi 

Toya Devasya Hot Springs in Kintamani as an International Tourist Destination
Hospitality 26 Jul 2026
Toya Devasya Hot Springs in Kintamani as an International Tourist Destination

Toya Devasya Hot Springs in Kintamani as an International Tourist DestinationBali, Kintamani. July 26, 2026. The extraordinary beauty of the Earth's universe is a balance across various segments. One such destination is hot springs, a highly popular destination for foreign tourists visiting Bali. This time, Toya Devasya Hot Springs in Kintamani creates an exotic atmosphere of natural beauty with various activities and comfort while enjoying a soak in the natural hot springs.While exploring the tourist area of ​​Kintamani, Bali Inspiration journalists took the time to visit the exotic Toya Devasya Hot Springs, which offers various exciting activities, including soaking in the natural hot springs and, of course, trekking up the mountain.From the front, you can see Kawah Resto, located at Toya Devasya Hot Springs in Kintamani. It's a co-working space restaurant with an enticing bakery menu, and it's also renowned for its world-famous Kintamani coffee. With the cool temperatures at the top of the mountain, the atmosphere at Toya Devasya Hot Springs in Kintamani is incredibly comfortable and exotic.We chatted with the operations manager about the history of Kintamani and the facilities available at Toya Devasya Hot Springs in Kintamani. "Kintamani has a rich history dating back to ancient times, and it's very interesting to discuss," he said.With this well-known destination, Toya Devasya Hot Springs in Kintamani has the potential to become a venue for international-scale events in the future, attracting international tourists.The value of a tourist destination is actually very influential, followed by the development of the surrounding economy, including Kintamani with its various exotic cultural, cultural, and artistic advantages in Bali. #storytelling*bali-inspirasi***

Goa Gajah Ubud Gelar Pameran Lukisan bertema Beji sebagai Philosophi Kehidupan
Art 23 Jul 2026
Goa Gajah Ubud Gelar Pameran Lukisan bertema Beji sebagai Philosophi Kehidupan

Goa Gajah Ubud Gelar Pameran Lukisan bertema Beji sebagai Philosophi Kehidupan Bali,Goa Gajah Ubud,21.7.2026.Sebagai destinasi wisata yang cukup eksotis dengan keindahan alam nya,sangat menarik untuk dikunjungi ketika berada di Bali.Termasuk peninggalan sejarah dari leluhur terdahulu , bahkan ratusan tahun yang lalu . Terkesan seperti berkunjung ke sebuah candi , banyak relief-relief jaman dahulu yang membuat kita penuh pertanyaan seperti apa cerita jaman waktu itu.Sebagai acara rutin tiap tahun untuk melestarikan seni budaya dengan menggelar pameran karya seni yang di iringi tarian Kecak Barong,kali ini mulai 21 July hingga 12 September 2026 terbuka untuk dikunjungi yang berlokasi di Wantilan Goa Gajah Ubud jl raya goa gajah.Banyak karya yang dipamerkan berupa patung dan lukisan dari para seniman dari Himpunan Seniman Bedulu , dengan nuansa sakral mengingatkan kita akan kultur filosopi Trihita Karana sebagai pedoman hidup di Bali.Acara pameran karya yang dibuka menjelang malam hari dengan tari Kecak Barong menampilkan kebersamaan dan kekompakan para seniman tari dalam pertunjukan yang eksotis, banyaknya tamu yang hadir sangat antusias dengan acara ini yang juga bertemakan Beji , yang memiliki makna sangat dalam untuk kehidupan manusia sebagai sumber mata air yang mensucikan diri dalam menjalani hidup yang tulus dan benar."Tahun kemarin 2025 kita memiliki tema kebangkitan , mengingat sebelum nya jarang ada acara seni budaya seperti ini."ungkap Ktut Ardana Mayama selaku ketua Himpunan Seniman Bedulu.Silahkan kunjungi pameran karya di Goa Gajah yang bersejarah ini secara langsung dengan keindahan air terjun alami yang eksotis untuk dinikmati secara mendalam dan ketenangan jiwa.

Shrida Taste of Ubud Resto with Fine Art Music
Hospitality 20 Jul 2026
Shrida Taste of Ubud Resto with Fine Art Music

Shrida Taste of Ubud Resto with Fine Art MusicUbud. 20.7.2026. Classic modern style with various energy elements that have positive frequencies and a sense of peace, making it a comfortable restaurant to visit while enjoying the soothing vibe of music for the soul in Ubud. Shrida Taste of Ubud, with its cozy corners, is able to attract international tourists.Open to the public and event collaborations, including art, culture, and lifestyle activities around Ubud's Monkey Forest. Shrida Taste of Ubud has three floors, each with a different atmosphere.The spacious first floor forms an L-shape, with a front slogan that represents the taste character of Ubud, "Shrida Taste of Ubud." It’s perfect for enjoying the street atmosphere accompanied by calming music while tourists walk around appreciating the exotic beauty of the Monkey Forest. Meanwhile, the inner part of the restaurant also serves as the reception front office with a distinctive ambiance From modern classic to a very comfortable swimming pool surrounded by beautiful shade trees while enjoying a cup of exotic coffee with a taste of Indonesian Nusantara. The second floor of Shrida Taste of Ubud offers an exotic spot for more intimate conversations with a bar at the end of the room, perfect for gatherings and masterpieces by Srihadi Soedarsono with themes that are stunning and elegant to enjoy. The third floor of Shrida Taste of Ubud is more dedicated to private events, such as weddings or occasions where part of the space is open with views of the sky above, very beautiful during a full moon with traditional Balinese cultural dances. Located on Jl. Bisma in Ubud, this place is very harmonious for various multicultural events and a lifestyle in tune with the universe, truly exotic accompanied by soothing music that calms the soul and offers deep inspiration for anyone. Please come and visit Shrida Taste of Ubud and enjoy the experience an exotic and healing comfort life in natural happiness.***#storytelling bali-inspirasi 

Dicki Guitara Composer
Art 12 Jul 2026
Dicki Guitara Composer

Bali, 12.7.2026.*MAB2M: Musik Ambient Beat Modul Modern, Aliran Musik Baru dari Bali*Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, kita sering kali membutuhkan sesuatu yang dapat menenangkan pikiran dan jiwa. Musik Ambient Beat Modul Modern (MAB2M) hadir sebagai jawaban atas kebutuhan itu. Aliran musik baru dari Bali ini dirancang untuk membawa pendengar ke dimensi lain, menciptakan rasa bahagia, dan mempermudah sugesti positif.MAB2M adalah hasil karya Dicki Guitara, komposer muda berbakat dari Bali, yang memadukan ritme konsisten dan suasana Ambient untuk menciptakan musik yang unik dan menenangkan. Dengan teknik modul beat modern dan stereo sound panning, MAB2M membawa pendengar pada perjalanan melintasi pikiran yang nyata, anggun, indah, dan penenang hati.MAB2M dirancang untuk tiga tujuan utama: terapi, hiburan, dan relaksasi mendalam. Musik ini dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan konsentrasi, dan menciptakan rasa bahagia. Dengan MAB2M, Anda dapat melupakan masalah sehari-hari dan menikmati waktu relaksasi yang berkualitas.MAB2M menciptakan suasana yang tenang, meditatif, dan membangkitkan rasa bahagia. Musik ini dapat membawa Anda ke dimensi lain, di mana Anda dapat melayang-layang dan menikmati keindahan suara. Dengan MAB2M, Anda dapat merasakan ketenangan dan kedamaian yang mendalam.MAB2M menggunakan teknik modul beat modern dan stereo sound panning untuk menciptakan efek ruang yang unik. Teknik ini memungkinkan pendengar merasakan kenikmatan mendengar yang lebih intens dan mendalam. Dengan MAB2M, Anda dapat merasakan musik yang seolah-olah hidup dan membawa Anda ke dunia lain.*Guitar Ambient Modul by Dicki Guitara*Guitar Ambient Modul adalah tim di balik MAB2M. Dicki Guitara, komposer dan gitaris muda berbakat, telah menciptakan musik yang unik dan menenangkan dengan MAB2M. Dengan pengalaman dan keahliannya, Dicki Guitara telah menciptakan aliran musik baru yang dapat membawa pendengar ke dimensi lain.MAB2M adalah aliran musik baru dari Bali yang dapat membawa pendengar ke dimensi lain, menciptakan rasa bahagia, dan mempermudah sugesti positif. Dengan teknik modul beat modern dan stereo sound panning, MAB2M menciptakan suasana yang tenang, meditatif, dan membangkitkan rasa bahagia. Jika Anda mencari musik yang dapat menenangkan pikiran dan jiwa, MAB2M adalah pilihan yang tepat , untuk kontak informasi √√√#storytelling bali-inspirasi***087755334747-081329509008 Dicki Guitara*

Casa Dewa Ubud, Villa Mewah Bernuansa Budaya Bali di Jantung Ubud
Hospitality 12 Jul 2026
Casa Dewa Ubud, Villa Mewah Bernuansa Budaya Bali di Jantung Ubud

UBUD, BALI – Di kawasan Singakerta, Ubud, Gianyar Regency, Bali 80571, berdiri sebuah akomodasi yang menawarkan perpaduan antara kenyamanan modern dan keindahan budaya Bali, yaitu Casa Dewa Villa Ubud. Berlokasi di kawasan yang tenang, villa ini menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam Ubud dengan privasi dan kenyamanan yang maksimal. Mengusung konsep hunian bernuansa tradisional dengan sentuhan fasilitas modern, Casa Dewa Villa Ubud menghadirkan pengalaman menginap yang memadukan kemewahan, ketenangan, dan keramahan khas Pulau Dewata. Memasuki area lobi, para tamu akan disambut dengan arsitektur khas Bali yang dipadukan dengan elemen kayu, batu alam, serta dekorasi tradisional yang menciptakan suasana hangat dan elegan. Tidak hanya mengedepankan kenyamanan, setiap sudut villa dihiasi karya seni dan lukisan bernuansa budaya Bali yang memperkuat identitas lokal sekaligus menghadirkan pengalaman menginap yang autentik. Setiap kamar dirancang dengan tata ruang yang luas dan nyaman, dilengkapi tempat tidur berukuran king size, area kerja, lemari penyimpanan yang lapang, serta pencahayaan alami yang menghadirkan suasana tenang dan menenangkan. Untuk tamu yang ingin menikmati pengalaman menginap lebih lama, villa ini juga menyediakan dapur lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung, sehingga menghadirkan kenyamanan layaknya berada di rumah sendiri. Dikelilingi suasana hijau dan udara segar khas Ubud, Casa Dewa Villa menjadi destinasi ideal bagi pasangan, keluarga, maupun wisatawan yang mencari ketenangan di tengah pesona alam Bali. Beralamat di Singakerta, Ubud, Gianyar Regency, Bali 80571, Casa Dewa Villa Ubud menghadirkan pengalaman menginap yang memadukan kenyamanan modern, keindahan budaya Bali, serta pelayanan yang hangat bagi setiap tamu yang datang. Dari Ubud, Gianyar, Bali, kami melaporkan.

A Solo Exhibition by Antonius Kho "Faces Of The Soul " at Biji ArtSpace Ubud
Hospitality 01 Jul 2026
A Solo Exhibition by Antonius Kho "Faces Of The Soul " at Biji ArtSpace Ubud

A Solo Exhibition by Antonius Kho "Faces Of The Soul " at Biji ArtSpace Ubud Ubud, Bali.1.7.2026.Bali in beauty of Art ,Wajah-wajah Jiwa (Face of the Soul) presents a series of works across multiple periods that capture the artists' inner journeys, experiences, and perspectives on life. In this exhibition, the "face" is not simply understood as a physical representation of a human being, but rather as a metaphor for the various states of the soul that continually change over time. Each work traces the intersection of personal experiences, memories, reflections, and social realities that shape the identity of its creator.Through works created during different periods, this exhibition demonstrates how visual language is constantly evolving. Changes in medium, technique, color, and aesthetic approach mark the dynamics of the artists' creative journeys. Yet, behind these transformations, a common thread connects them all: the effort to understand humans as complex beings, full of layers of emotion, hope, anxiety, and the search for meaning.Each work can be seen as a portrait of the soul. Some depict serenity and contemplation, while others capture inner struggles, longing, joy, and anxiety born of life experiences. The faces featured in this exhibition are not always literal; sometimes they appear in the form of figures, gestures, symbols, imaginative landscapes, or even abstractions that convey specific emotional states.This exhibition also invites visitors to see that the human soul is never singular. It is composed of various overlapping experiences, forming a constantly evolving identity. The works from across time periods, brought together in one space, present a dialogue between past and present, between memory and reality, between what is visible and what is hidden within. Ultimately, Wajah-Wajah Jiwa (Face of the Soul) is not just an exhibition of artworks, but a space for reflection on humanity itself. In front of each work, visitors are invited to recognize the faces of the soul that may be present within the artists, while also discovering reflections of their own. Artist statement : Antonius Kho"My works are mosaics of art and culture from my country, which is a variety of arts, cultures and languages, is a synthesis between east and west. My art education background in Germany, at FH-Cologne Art Academy, majoring in glass paintings and textile art-tapestry, therefore my works is a synthesis of mosaic and textile art. A particular theme in his work is people, from the past until now, with various techniques in his works. I using mixed medium, acrylic colors, collages such as jute, rope, thread, textile, paste and transparent paper. It looks 3-dimensional, because I likes cubism, apart from painting I also likes to make sculptures.The subjects of my works are mostly about the mosaic of my life, the people around my life, I works with various phases, like circulation of my life.My works are born from a slow process. I am drawn to the moment when people stop moving and time seems to hold its breath. I leave the meaning open, so that everyone can find their own space and be free to interpret it for themselves." "My creative practice stems from an understanding of the body as a symbolic construct that is constantly in the process of becoming. The body is not positioned as a complete anatomical representation, but rather as a space for the articulation of fragmented experiences, memories, and affections. The imaginative figures I present are formed through an intuitive approach that emphasizes iterative processes, layering, and the use of textile materials as visual structural elements."" I understand the process of creating the works as a ritual practice. The act of attaching, overlapping, repeating lines, and leaving traces of work legible are essential parts of constructing meaning. This ritual is not sacred in the formal sense, but rather presents as a reflective practice that allows for a negotiation between control and spontaneity, between form and inner experience."Color functions as an effective language that goes beyond decorative roles; it works as a medium for emotional expression as well as a visual structure that activates the relationship between figure, space, and audience. Faces Of Soul The presence of the recurring heart symbol emphasizes the body as a center of affectivity, vulnerability, and vitality, as well as an open field of interpretation. Through these works, "I seek to present the figure as a symbolic entity—nearly a totemic form—that functions as an intermediary between personal experience and the broader social space. Thus this practice becomes an ongoing effort to reassemble the body, memory and imagination through a ritualistic and experimental visual language."The artworks on display span several years, from 2003 to 2026, but only a few.This retrospective 23-year journey, with a total of 35 artworks on display this time.**Let see and visite the Art on 5 July 2026.bali-inspirasi #storytelling*

Anniversary Birthday to Ningrat Karang Kromodiningrat , Musik Bali memiliki makna Wellness
Hospitality 06 Jun 2026
Anniversary Birthday to Ningrat Karang Kromodiningrat , Musik Bali memiliki makna Wellness

Anniversary Birthday to Ningrat Karang Kromodiningrat , Musik Bali memiliki makna Wellness Denpasar Bali,5.6.2026.Bali dengan keindahan kultural musik dan budaya eksotis nya kini semakin percaya diri untuk eksistensi yang mendunia , bahkan nuansa kental musik progresif pun mampu mengkolaborasikan berbagai elemen kehidupan.Tampak memiliki arti yang luas di sela-sela acara perayaan ulang tahun Ningrat Karang Kromodiningrat di puri Jepun kuning nomor 4 Kesiman kertalangu Denpasar. "Acara happy birthday semalam 5 Juni 2026 untuk Ningrat Karang dan Ketut Nari di Puri Jepun kuning (Denai Celung) /Prog.world center Denpasar."ungkap Agung Ade Karang selaku musisi yang memiliki perjalanan hidup cukup panjang dan unik dengan kariernya diberbagai daerah dan luar negeri. Musik dan budaya yang berkarakter sudah menjadi genre tersendiri yang cukup kuat hingga munculah Cultural Rock yang menginspirasi budaya lewat alunan musik yang dapat dinikmati siapapun , khususnya di Bali pulau Dewata sebagai destinasi yg dibutuhkan dunia saat ini.Agung Ade Karang juga menceritakan tentang banyak hal analisa musik itu sendiri mampu menjadi sarana Wellness yang mendunia ,"ini hal yg masuk akal sejak dahulu kala para leluhur memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dengan alunan nada dan suara yang lebih realistis,bahkan saat inipun sudah menjadi fakta."pungkasnya. Berbagai negara melihat Bali dengan keunggulan destinasi nya serta tempat paling nyaman dan damai yang berada di Indonesia sebagai budaya Nusantara yang sudah memiliki akar kultur budaya sejak jaman leluhur ribuan tahun yang lalu.Demikianlan musik di Bali kedepannya mampu menjadi iconik bagi belahan dunia di berbagai negara internasional. Anniversary Birthday to Ningrat Karang Kromodiningrat: Balinese Music Meanings Wellness Denpasar, Bali, June 5, 2026. Bali, with its beautiful music and exotic culture, is now increasingly confident in its global presence. Even the strong nuances of progressive music are able to collaborate with various elements of life. This seemed to have a broad meaning during the birthday celebration of Ningrat Karang Kromodiningrat at Puri Jepun Kuning No. 4, Kesiman Kertalangu, Denpasar. "Happy birthday event last night, June 5, 2026, to Ningrat Karang and Ketut Nari at Puri Jepun Kuning (Denai Celung) / Prog.world center, Denpasar," said Agung Ade Karang, a musician who has had a long and unique life journey, with a career spanning various regions and abroad.Music and culture with distinctive character have become a distinct genre, strong enough to give rise to Cultural Rock, inspiring culture through music that can be enjoyed by anyone, especially in Bali, the Island of the Gods, a destination the world needs today. Agung Ade Karang also shared his analysis of how music itself can become a global wellness tool. "This makes sense; since ancient times, our ancestors possessed the ability to heal with more realistic tones and sounds. Even today, this is a fact," he concluded. Numerous countries view Bali as a superior destination and the most comfortable and peaceful place in Indonesia, as a cultural icon of the archipelago with roots dating back thousands of years. Thus, Balinese music will become an icon for various parts of the world, even in international countries.bali-inspirasi #storytelling*

Qurban Idul Adha 1447 H: Harmoni Kebersamaan Yayasan Budi Luhur Spiritual Bali di Gang Anggrek Pemogan Denpasar
Hospitality 27 May 2026
Qurban Idul Adha 1447 H: Harmoni Kebersamaan Yayasan Budi Luhur Spiritual Bali di Gang Anggrek Pemogan Denpasar

Bali.27.05.2026.Qurban Idul Adha 1447 H: Harmoni Kebersamaan Yayasan Budi Luhur Spiritual Bali di Gang Anggrek Pemogan Denpasar Suasana pagi di Gang Anggrek, Pemogan, Denpasar, terasa berbeda pada hari Rabu, 27 Mei 2026. Kumandang takbir yang menggema sejak subuh berpadu dengan semangat gotong royong warga. Hari itu umat Islam merayakan Idul Adha 1447 Hijriyah, dan Yayasan Budi Luhur Spiritual Bali kembali menggelar kegiatan Qurban sebagai wujud kepedulian sosial serta harmonisasi antar umat beragama di Pulau Dewata. Tahun ini, Yayasan Budi Luhur Spiritual Bali memotong satu ekor sapi dan satu ekor kambing sebagai hewan kurban atas nama yayasan. Sementara itu, masyarakat Muslim di sekitar lokasi juga berkurban sebanyak lima ekor sapi dan lima ekor kambing. Total dua belas ekor hewan kurban disembelih secara tertib dan sesuai syariat, kemudian dagingnya didistribusikan kepada warga yang berhak menerima, khususnya warga sekitar Gang Anggrek dan wilayah Pemogan yang membutuhkan. Qurban sebagai Wujud Kepedulian dan Kebersamaan Ketua Yayasan Budi Luhur Spiritual Bali menyampaikan bahwa kegiatan qurban bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga media mempererat silaturahmi dan solidaritas sosial. “Idul Adha mengajarkan kita tentang keikhlasan dan kepedulian. Di Bali, nilai itu kami jalankan bersama-sama, lintas keyakinan, dalam semangat menyama braya,” ujarnya di sela kegiatan. Proses pemotongan hewan kurban dilakukan di halaman terbuka yang telah dipersiapkan panitia sejak sehari sebelumnya. Para panitia, anggota yayasan Budi Luhur Spiritual Bali, dan warga bergotong royong mulai dari penyembelihan, pengulitan, pemotongan, hingga pengemasan daging. Suasana berjalan hikmat namun tetap hangat. Anak-anak tampak antusias membantu membagikan bingkisan daging kurban kepada warga, sementara ibu-ibu menyiapkan konsumsi untuk masyarakat sekitar. Yang menarik, kegiatan ini tidak hanya melibatkan umat Islam. Sejak awal, pengurus yayasan yang berlatar belakang Hindu, Buddha, dan Kristen juga ikut terlibat aktif. Inilah cerminan nyata toleransi yang sudah mengakar di Bali. “Bagi kami, membantu sesama tidak mengenal sekat agama. Hari ini kami semua adalah saudara yang bekerja untuk kebaikan bersama,” kata salah satu pengurus yayasan Budi Luhur Spiritual Bali. Santunan Anak Yatim Piatu: Komitmen Rutin Yayasan Budi Luhur Spiritual Bali Selain pemotongan hewan kurban, momen Idul Adha 1447 H juga dimanfaatkan Yayasan Budi Luhur Spiritual Bali untuk menyalurkan santunan kepada 25 anak yatim piatu. Anak-anak ini memang telah menjadi anak asuh rutin yayasan dan setiap bulan mendapatkan bantuan berupa uang saku, paket sembako, serta dukungan pendidikan. Pada acara kali ini, santunan diserahkan langsung oleh para pengurus kepada anak-anak yang hadir bersama wali mereka. Beberapa anak tampak tersenyum malu-malu menerima amplop dan bingkisan. “Kami ingin anak-anak ini merasa tidak sendiri. Mereka adalah bagian dari keluarga besar Budi Luhur Spiritual Bali,” jelas salah satu pengurus bagian sosial. Kegiatan santunan ini sudah berjalan konsisten selama bertahun-tahun. Menurut yayasan, keberlanjutan program ini tidak lepas dari dukungan para donatur tetap yang mempercayakan donasinya melalui yayasan. “Setiap rupiah yang dititipkan kami salurkan dengan amanah. Kami percaya, rezeki yang dibagi akan kembali dalam bentuk keberkahan,” tambahnya. Kunjungan Tamu dari Kanada: Bukti Empati Lintas Negara Yang membuat perayaan Idul Adha tahun ini semakin istimewa adalah hadirnya tamu dari Kanada. Dua orang asal Kanada yang sedang berkunjung ke Bali sengaja datang untuk melihat langsung kegiatan sosial budaya yang dilakukan yayasan Budi Luhur Spiritual Bali,Mereka tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga ikut membantu proses pengemasan daging dan berinteraksi dengan anak-anak yatim. Kehadiran tamu mancanegara ini menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan dan solidaritas tidak mengenal batas negara. “Saya sangat terkesan. Di sini saya melihat bagaimana masyarakat Bali menjaga harmoni antar umat beragama dengan sangat indah. Kegiatan qurban ini bukan hanya tentang agama, tapi tentang berbagi dan peduli,” ujar salah satu tamu dari Kanada. Yayasan berharap kunjungan ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas. Dukungan dari luar negeri, sekecil apapun, sangat berarti untuk memperluas jangkauan program sosial yayasan ke depan. “Semoga empati yang ditunjukkan saudara-saudara kita dari Kanada ini bisa menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk ikut mendukung kegiatan kemanusiaan di Bali,” ungkap Ustad Rasuli selaku ketua yayasan Budi Luhur Spiritual Bali. Bali: Pulau Dewata yang Menjaga Toleransi Bali memang dikenal dunia sebagai Pulau Dewata yang eksotis, baik dari sisi alam maupun budayanya. Namun lebih dari itu, Bali juga menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman bisa hidup berdampingan dengan damai. Di Gang Anggrek Pemogan, harmoni itu terlihat jelas. Masjid, pura, dan rumah warga berdiri berdampingan. Ketika ada kegiatan keagamaan, warga dari berbagai latar belakang saling membantu tanpa diminta. Kegiatan qurban Idul Adha 1447 H ini menjadi salah satu bukti bahwa semangat gotong royong dan toleransi di Bali tetap terjaga. Di tengah hiruk pikuk modernisasi, nilai-nilai luhur seperti menyama braya, saling menghargai, dan peduli sesama masih menjadi pegangan masyarakat. Yayasan Budi Luhur Spiritual Bali sendiri berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan. Selain program qurban dan santunan anak yatim, yayasan juga rutin mengadakan kegiatan sosial lain seperti pembagian sembako, bantuan pendidikan, dan kegiatan lingkungan bersih. Harapan untuk Masa Depan Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Bali dan Indonesia. Para panitia berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk terus menebar kebaikan. “Semoga tahun depan kami bisa berkurban lebih banyak lagi, dan menjangkau lebih banyak saudara yang membutuhkan. Terima kasih kepada seluruh donatur, relawan, dan masyarakat yang sudah mendukung. Tanpa kalian, kegiatan ini tidak akan berjalan lancar,” tutup ketua panitia. Di akhir acara, warga pulang membawa kantong daging kurban dan senyum kepuasan. Anak-anak yatim pulang dengan bingkisan dan semangat baru. Sementara tamu dari Kanada pulang membawa cerita tentang Bali yang hangat, toleran, dan penuh kebersamaan. Idul Adha 1447 H di Gang Anggrek Pemogan bukan sekadar perayaan. Ia adalah perwujudan nyata bahwa perbedaan bisa menjadi kekuatan, dan kepedulian bisa menyatukan siapa saja, dari mana saja. Dari Bali untuk kemanusiaan.bali-inspirasi***storytelling

Sinergi Hulu Hilir , Dinas Perkebunan Jatim Kunjungi Warung Kopi Kayu Mas Situbondo
Art 22 May 2026
Sinergi Hulu Hilir , Dinas Perkebunan Jatim Kunjungi Warung Kopi Kayu Mas Situbondo

Kayu Mas Kopi,22 mei 2026.Sinergi Hulu Hilir: Dinas Perkebunan Jatim Kunjungi Warung Kopi Kayu Mas Situbondo Angin pagi Situbondo yang membawa aroma garam dan rempah tiba-tiba bercampur dengan wangi kopi Kayu Mas yang baru diseduh. Di sudut Warung Kopi Kayu Mas yang biasanya ramai oleh tukang ojek dan pedagang pasar, pagi itu mendapat tamu istimewa. Tim monitoring dan evaluasi kegiatan hulu hilir dari Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur datang langsung untuk melihat bagaimana kopi yang mereka bina dari kebun bisa sampai ke secangkir yang dinikmati masyarakat. Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah bagian dari program penguatan rantai nilai komoditas perkebunan Jawa Timur, yang ingin memastikan bahwa petani, pengolah, hingga pelaku UMKM seperti kopi Kayu Mas benar-benar terhubung dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Dari Kebun ke Cangkir, Rantai yang Harus Nyambung Tim Dinas Perkebunan Jatim yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan memulai kegiatan dengan diskusi ringan di meja kayu panjang warung. Di atas meja, tersaji kopi arabika Situbondo yang diproses semi-washed, hasil sangrai medium, dan diseduh dengan metode tubruk khas lokal. “Program hulu hilir ini tujuannya satu: jangan sampai petani kopi bekerja keras di kebun, tapi nilai tambahnya berhenti di tengkulak. Kita ingin petani, kelompok pengolah, dan UMKM seperti kopi Kayu Mas punya akses dan keuntungan yang adil,” jelas salah satu perwakilan Dinas. Monitoring ini mencakup beberapa aspek. Di hulu, tim mengecek asal bahan baku: apakah kopi berasal dari petani binaan Dinas Perkebunan, bagaimana kualitas panen, dan apakah sudah menerapkan GAP – Good Agricultural Practices. Di hilir, fokusnya pada proses pasca panen, sangrai, pengemasan, hingga strategi pemasaran yang dilakukan Kopi Kayu Mas. Didik, pemilik Warung Kopi Kayu Mas, dengan antusias menjelaskan proses yang ia jalankan. “Kopi yang saya pakai 80% dari petani di Kecamatan Asembagus dan Banyuputih. Saya beli langsung ke kelompok tani, jadi harganya lebih layak. Di sini saya sangrai sendiri pakai roasting manual, biar karakter tanah Situbondo-nya nggak hilang,” ujarnya sambil menunjukkan ruang sangrai kecil di belakang warung. Kopi Kayu Mas: Bukti UMKM Bisa Jadi Jembatan Warung Kopi Kayu Mas bukan kedai kopi modern dengan desain estetik ala kota besar. Tempatnya sederhana, dindingnya penuh coretan pelanggan, dan aroma kayu bakar masih terasa dari proses sangrai. Tapi justru di situlah kekuatannya. Kopi Kayu Mas menjadi contoh nyata bagaimana UMKM bisa menjadi jembatan antara petani kecil di desa dan konsumen di kota. Dalam setahun terakhir, kopi Kayu Mas menyerap lebih dari 2 ton kopi hijau dari petani binaan. Selain dijual sebagai kopi seduh di warung, mereka juga mulai mengemas kopi bubuk dengan label “Kayu Mas Kopi” yang kini sudah masuk ke beberapa toko oleh-oleh dan minimarket lokal. “Bagi saya, kopi ini bukan cuma dagangan. Ini tentang cerita petani yang bangun jam 4 pagi, tentang tanah Situbondo yang panas tapi subur, dan tentang orang-orang yang duduk di sini ngobrol sambil ngopi. Kalau rantai ini putus, semua cerita itu hilang,” kata Didik. Ia mengaku proses menjadi bagian dari rantai hulu hilir tidak mudah. Awalnya sulit menjaga konsistensi kualitas karena petani belum terbiasa dengan standar pasca panen. Namun setelah mendapat pelatihan dari Dinas Perkebunan dan pendampingan dari penyuluh lapangan, kualitas perlahan naik. Harga yang diterima petani pun ikut terdongkrak 15-20% dibanding harga pasar biasa. Apresiasi dan Harapan untuk Kolaborasi Lanjutan Di akhir kunjungan, tim Dinas Perkebunan melakukan evaluasi langsung di lokasi. Beberapa catatan diberikan: perbaikan sistem pencatatan stok, standar kebersihan ruang sangrai, dan potensi sertifikasi PIRT untuk memperluas pasar. Namun secara umum, model kolaborasi yang dijalankan Kayu Mas dinilai positif dan bisa direplikasi di daerah lain. Didik selaku pemilik warung kopi Kayu Mas menyampaikan apresiasinya atas kunjungan ini. “Saya sangat berterima kasih Dinas Perkebunan Jatim mau turun langsung ke warung kecil seperti kami. Ini bukan cuma soal inspeksi, tapi rasanya seperti dapat dukungan dan semangat baru. Buat saya, ini kolaborasi untuk ke depan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa UMKM seperti Kopi Kayu Mas adalah harapan masa depan bangsa Indonesia. “Kalau UMKM kuat, petani nggak bingung mau jual ke mana. Anak muda juga nggak perlu jauh-jauh merantau. Cukup olah potensi daerah sendiri, nilai tambahnya tetap di sini. Pemerintah yang turun tangan bantu dari hulu sampai hilir itu kunci,” tegas Didik. Langkah Berikutnya: Penguatan Ekosistem Dari kunjungan ini, Dinas Perkebunan Jatim merancang beberapa tindak lanjut. Pertama, memfasilitasi Kayu Mas Kopi untuk mengikuti pelatihan pengemasan dan branding agar bisa masuk pasar yang lebih luas. Kedua, menghubungkan Kayu Mas Kopi dengan program fasilitasi sertifikasi halal dan PIRT. Ketiga, menjadikan Kopi Kayu Mas sebagai salah satu titik contoh dalam program Kopi Rakyat Jatim untuk studi banding UMKM lain. Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan menyatakan bahwa pendekatan seperti ini akan terus diperkuat. “Kita tidak bisa hanya fokus di hulu. Kalau hilirnya lemah, petani tetap rugi. Kayu Mas menunjukkan bahwa dengan kemauan dan dukungan yang tepat, UMKM lokal bisa jadi penggerak ekonomi desa.” Kunjungan ditutup dengan sesi ngopi bersama. Tim Dinas, Didik, dan beberapa petani yang kebetulan datang duduk melingkar, mencicipi hasil panen mereka sendiri yang sudah berubah menjadi secangkir kopi panas. Obrolan mengalir tentang rasa, harga, dan mimpi-mimpi kecil yang ingin diwujudkan. Di Situbondo hari itu, monitoring dan evaluasi tidak terasa seperti rutinitas birokrasi. Ia menjadi ruang temu antara kebijakan dan realitas di lapangan, antara pemerintah dan pelaku usaha kecil, antara kebun dan cangkir. Dan di meja kopi Kayu Mas, terlihat jelas bahwa ketika rantai hulu hilir benar-benar nyambung, yang tumbuh bukan hanya kopi. Yang tumbuh adalah harapan, kolaborasi, dan keyakinan bahwa ekonomi kerakyatan masih punya tempat untuk berkembang.bali-inspirasi

Verifikasi Facktual Laskar Merah Putih Markas Daerah (Mada) Provinsi Bali dari Kesbangpol Provinsi Bali
Hospitality 12 Mar 2026
Verifikasi Facktual Laskar Merah Putih Markas Daerah (Mada) Provinsi Bali dari Kesbangpol Provinsi Bali

Verifikasi Facktual Laskar Merah Putih Markas Daerah (Mada) Prov. Bali dari Kesbangpol Prov. Bali Denpasar,12.3.2026.Pulau Bali yang memiliki beranekaragam komunitas dan keunikan tersendiri dalam kerukunan antar umat beragama serta adat budaya , awal tahun ini merupakan moment yang penuh semangat untuk menyongsong masa depan bangsa kita agar lebih bergairah dan maju sejahtera.Laskar Merah Putih yang sudah puluhan tahun berkibar di jakarta sebagai pusat pemerintahan Indonesia,kini berkembang dan ada di Bali,sebagai organisasi yang sangat nasionalis membina hubungan dengan masyarakat, TNI,dan POLRI , serta stakeholder lainnya yang bertujuan kebersamaan membangun negeri dan bersinergi secara positif. Kunjungan resmi dari Kasbangpol provinsi Bali ke Markas Daerah Laskar Merah Putih di jl Sedap Malam Denpasar.Disambut oleh semua pengurus serta penasehat dan pembina yang Dihadiri Oleh : Ketua Dewan Pembina : I Nyoman Darmada, SH., MH Ketua Dewan Pertimbangan : Prof. I Wayan Astana Ketua Dewan Penasehat : Ida Bagus Kiana, SH.,M.AP Ketua Mada : I Kadek Subagiana Sekda : I Gde Arya Budiman Ketua Harian : I Made Budiasa Para KSB dari Markas Cabang / Kabupaten / Kota Dewan Pengurus Markas Daerah Prov. Bali turut menyambut kunjungan Kasbangpol provinsi Bali dalam suasana hangat dan harmonis penuh kebersamaan yang solid tentunya. "Hari sabtu ini kita akan mengadakan acara melaspas serta mecaru Markas Daerah Laskar Merah Putih, hal ini merupakan budaya adat di Bali untuk memulai hal baik kedepannya."ungkap ketua Laskar Merah Putih daerah Bali.Dari Kasbangpol provinsi Bali juga menyampaikan,"bulan Juni sebagai bulan Bung Karno nanti organisasi masyarakat di Bali juga menggelar berbagai event , kunjungan kali ini ke Markas Daerah Laskar Merah Putih provinsi Bali untuk verifikasi faktual secara bertahap." Dengan agenda yang dinamis kedepannya,Markas Daerah Laskar Merah Putih di Bali optimis akan banyak kegiatan -kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat serta menjaga nasionalisme secara utuh dan berkelanjutan.Berharap bisa berjalan dengan aktif dan lancar yang juga melibatkan generasi muda saat ini , pastinya akan mendorong semangat kebangsaan yang solid untuk lebih berkreasi mengikuti perkembangan jaman yang semakin canggih dengan rasa nasionalis yang tulus serta semangat membangun negeri. Bali dengan potensi yang luar biasa untuk Indonesia, hingga saat ini merupakan jantung ekonomi serta mata dunia internasional dalam segala bidang , termasuk yang paling utama dengan destinasi wisatanya yang selalu peringkat atas telah menjadi tujuan utama dari berbagai negara.Keindahan serta budaya yang santun serta toleransi yang harmoni mampu menciptakan kedamaian di pulau Dewata, bali.#storytelling* bali-inspirasi

Kopi KayuMas Menembus Pasar Australia
Hospitality 20 Feb 2026
Kopi KayuMas Menembus Pasar Australia

Kopi KayuMas Menembus Pasar Australia Bali.20.2.2026.Kopi KayuMas, salah satu produsen kopi terkemuka di Indonesia, telah membuat langkah besar dalam memperluas pasar ekspornya. Tim KayuMas Kopi yang berada di Australia telah membuka akses pasar untuk kopi KayuMas dengan pengiriman sampel kopi Arabika roast bean ke mitra bisnis di Australia. Pengiriman sampel kopi ini merupakan langkah awal dalam menjalin kerjasama bisnis dengan mitra di Australia. KayuMas Kopi telah melalui proses be-to-be (business-to-business) dengan mitra di Australia, yang menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperluas jaringan bisnisnya. "Tim kami di Australia telah bekerja keras untuk membuka akses pasar bagi kopi KayuMas," kata Didik, perwakilan KayuMas Kopi. "Kami sangat optimis bahwa kopi KayuMas dapat diterima dengan baik di pasar Australia dan dapat meningkatkan penjualan kami." Saat ini, KayuMas Kopi telah memulai pengiriman kopi ke Melbourne, salah satu kota terbesar di Australia. "Kami memulai dengan Melbourne dulu, karena kota ini memiliki pasar kopi yang sangat besar dan potensial," kata Didik. KayuMas Kopi telah memilih Australia sebagai salah satu target pasar ekspornya karena beberapa alasan. "Australia memiliki pasar kopi yang sangat besar dan berkembang, serta memiliki konsumen yang sangat menghargai kualitas kopi," kata Didik. "Kami yakin bahwa kopi KayuMas dapat memenuhi standar kualitas yang tinggi dan dapat diterima dengan baik di pasar Australia." KayuMas Kopi telah memproduksi kopi Arabika roast bean dengan kualitas yang sangat tinggi. Proses produksi kopi KayuMas melibatkan proses pemetikan, pengolahan, dan roasting yang sangat teliti untuk memastikan bahwa kopi memiliki rasa yang unik dan berkualitas. "Pengiriman sampel kopi ini merupakan langkah awal dalam menjalin kerjasama bisnis dengan mitra di Australia," kata Didik. "Kami berharap dapat meningkatkan penjualan kami dan memperluas jaringan bisnis kami di Australia." Dengan langkah ini, KayuMas Kopi telah menunjukkan komitmennya dalam memperluas pasar ekspornya dan meningkatkan penjualan kopi. KayuMas Kopi berharap dapat menjadi salah satu produsen kopi terkemuka di Australia dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen kopi di negara ini. KayuMas Kopi telah memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dalam memproduksi kopi berkualitas tinggi. Perusahaan ini telah memenangkan beberapa penghargaan internasional, termasuk penghargaan "Best Coffee in Indonesia" pada tahun 2019. Dengan kualitas kopi yang tinggi dan komitmen dalam memperluas pasar ekspor, KayuMas Kopi siap menjadi salah satu produsen kopi terkemuka di dunia.#storytelling bali-inspirasi

Dapatkan Inspirasi Bali
Langsung di Email Anda

Informasi destinasi, event, dan promo menarik setiap minggu.

Home Destination Stay Search Menu
Tersimpan
Belum ada favorit

Klik ikon hati pada tempat yang Anda sukai untuk menyimpannya di sini.