Bali Culture & Stories

Read our latest articles about Bali's unique culture and lifestyle.

Tamu Polandia Terpukau Kopi Ijen Raung, Kayumas Kopi Situbondo Bukti Kopi Lokal Layak Go Global
Hospitality 25 Sep 2026
Tamu Polandia Terpukau Kopi Ijen Raung, Kayumas Kopi Situbondo Bukti Kopi Lokal Layak Go Global

Tamu Polandia Terpukau Kopi Ijen Raung, Kayumas Kopi Situbondo Bukti Kopi Lokal Layak Go GlobalSITUBONDO, BALI INSPIRASI - Keharuman kopi Ijen Raung kembali menarik perhatian dunia. Pada Selasa, 22 September 2026, Kayumas Kopi di Desa Kayumas, Situbondo, menerima kunjungan istimewa dari tamu asal Polandia.Bukan sekadar wisata, kunjungan ini menjadi bukti bahwa cita rasa kopi Indonesia, khususnya dari lereng Ijen Raung, memiliki daya magnet yang menembus benua.Tamu dari Polandia tersebut secara khusus datang untuk melihat langsung proses hilirisasi kopi yang dijalankan oleh Kayumas Kopi. Dari hulu ke hilir, dari kebun hingga cangkir, mereka menyaksikan bagaimana kopi premium diolah dengan penuh dedikasi dan standar kualitas tinggi.Didik, penggagas Kayumas Kopi, dengan sangat terbuka menjelaskan seluruh perjalanan Kopi Ijen Raung. Ia memaparkan potensi besar kopi asal Desa Kayumas yang tumbuh di ketinggian ideal dengan karakter rasa yang unik, fruity, bold, dan memiliki aftertaste yang bersih, karakter yang sangat dicari pasar specialty coffee Eropa. "Kami tidak hanya menjual biji kopi, kami menjual cerita, budaya, dan potensi desa. Kopi Ijen Raung dari Desa Kayumas ini sangat berpotensi untuk pasar global karena kualitasnya yang konsisten dan cerita di baliknya yang kuat," ujar Didik di tengah sesi cupping.Yang menarik, tamu dari Polandia tersebut sangat mengapresiasi filosofi yang dibawa Kayumas Kopi. Bagi mereka, minum kopi bukan sekadar kebutuhan kafein, melainkan sebuah lifestyle premium. Sebuah ritual, budaya, dan gaya hidup yang menghargai kualitas, proses, dan keaslian.Mereka menilai, Kayumas Kopi telah berhasil mengangkat budaya minum kopi ke level yang lebih tinggi. Dengan menjaga kualitas premium, proses hilirisasi yang transparan, dan pemberdayaan petani lokal, Kayumas Kopi dinilai sangat layak untuk dikembangkan dan bersaing di pasar global.Kunjungan ini menjadi penanda penting. Jika tamu dari Polandia saja rela datang jauh-jauh ke Desa Kayumas hanya untuk secangkir kopi Ijen Raung yang otentik, ini adalah sinyal kuat bahwa kopi lokal kita sudah tidak lagi dipandang sebelah mata.Kayumas Kopi bukan hanya tentang kopi. Ini tentang bagaimana sebuah desa di kaki Gunung Ijen Raung mampu bercerita kepada dunia, melalui aroma dan rasa.Kayumas Kopi adalah brand kopi asal Desa Kayumas, Situbondo, yang fokus pada pengembangan Kopi Ijen Raung dengan konsep hilirisasi berkelanjutan, dari petani langsung ke pasar global dengan kualitas premium.Ingin merasakan langsung keotentikan Kopi Ijen Raung? Kunjungi Kayumas Kopi dan jadilah bagian dari cerita kopi yang mendunia.Dari Polandia ke Desa Kayumas demi secangkir Kopi Ijen Raung! đŸ‡”đŸ‡±đŸ‡źđŸ‡©Selasa kemarin jadi hari istimewa, tamu dari Polandia rela berkunjung ke Kayumas Kopi untuk melihat langsung proses hilirisasi kopi premium kita.Mereka terpukau! Katanya, kopi Ijen Raung punya kualitas lifestyle premium yang LAYAK GO GLOBAL! 🌍☕Bangga kopi desa bisa mendunia!#KayumasKopi #KopiIjenRaung #Situbondo #KopiIndonesia #SpecialtyCoffee #GoGlobal #BaliInspirasi #Storytelling

Sholawat Walisongo Bali Gaungkan Toleransi di Pulau Dewata, Lestarikan Warisan Ilmu , Iman dan Peradaban
Art 20 Sep 2026
Sholawat Walisongo Bali Gaungkan Toleransi di Pulau Dewata, Lestarikan Warisan Ilmu , Iman dan Peradaban

Sholawat Walisongo Bali Gaungkan Toleransi di Pulau Dewata, Lestarikan Warisan Ilmu , Iman dan Peradaban Bali-inspirasi"Denpasar, Bali # 20 September 2026.Pulau Bali yang dikenal dengan keindahan budaya dan kultur yang adi luhung, kembali menunjukkan jati dirinya sebagai pulau toleransi. Di tengah keberagaman yang dijunjung tinggi, sebuah lantunan doa penuh kedamaian menggema di jantung Kota Denpasar.Bertempat di Sekretariat PD PWI Denpasar Bali, Jl. Pulau Singkep, Br. Kepisah No. 4B, Pedungan, Denpasar, "Sholawat Walisongo Bali" digelar dengan khidmat. Acara yang dipimpin langsung oleh KH. Imam Jayadi ini menjadi momentum untuk mengenang kembali perjuangan tokoh-tokoh spiritual besar Nusantara, Walisongo, yang dahulu membawa budaya keagamaan, kedamaian, dan peradaban Islam yang santun ke tanah Jawa, yang warisan ilmu dan imannya masih hidup hingga kini.Acara ini diinisiasi oleh *Perjuangan Walisongo Indonesia Provinsi Bali* yang diketuai oleh *Ustaz HM. Rosuli, S.Pd., S.Si.*Dengan suasana yang harmonis dan penuh hikmat, acara Sholawat Walisongo Bali ini diiringi dengan tabuhan musik rebana yang syahdu dan alunan doa-doa pengajian yang dibacakan secara bersama-sama. Bukan sekadar ritual keagamaan, kegiatan ini menjadi simbol nyata dari nilai kerukunan dan kedamaian yang terus dilestarikan secara berkelanjutan di Bali.Yang membuat acara ini istimewa, Sholawat Walisongo Bali turut dihadiri oleh lintas agama. Tampak hadir para pemangku Hindu dan tokoh lintas iman lainnya, duduk bersama dalam satu majelis, membuktikan bahwa toleransi di Bali bukan sekadar wacana, melainkan laku hidup sehari-hari.Dalam sambutannya, Ketua Perwakilan Daerah Perjuangan Walisongo Indonesia Provinsi Bali, Ustaz HM. Rosuli, S.Pd., S.Si.,* menegaskan bahwa esensi dari perjuangan Walisongo adalah membawa kedamaian, bukan perpecahan."Walisongo mengajarkan kita bahwa dakwah itu dengan budaya, dengan cinta, dan dengan kedamaian. Di Bali, kami ingin melanjutkan warisan itu. Sholawat Walisongo Bali ini bukan hanya untuk umat Islam, tapi untuk merawat Indonesia. Pulau Bali ini mengajarkan kita tentang toleransi yang luar biasa. Kami dari Perjuangan Walisongo Indonesia Provinsi Bali berkomitmen untuk terus menjaga warisan ilmu, iman, dan peradaban yang ditinggalkan para wali, dengan cara merangkul semua umat, termasuk saudara-saudara kami dari Hindu, Kristen, dan lainnya. Karena sejatinya, peradaban itu dibangun dengan kerukunan," ujar HM. Rosuli di sela-sela acara.Ia juga menambahkan bahwa kehadiran organisasinya di Bali adalah untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan."Kami ingin menunjukkan bahwa Islam yang dibawa Walisongo adalah Islam yang Rahmatan Lil Alamin, yang selaras dengan budaya Bali yang penuh cinta kasih. Semoga dari Sekretariat PWI Denpasar ini, gaung Sholawat Walisongo bisa menjadi inspirasi perdamaian bagi seluruh Nusantara," tambahnya.Acara ditutup dengan doa bersama untuk kedamaian Bali dan Indonesia. Para peserta dari berbagai latar belakang agama saling berjabat tangan, menciptakan pemandangan yang menjadi cerminan indah dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika.Dengan terselenggaranya Sholawat Walisongo Bali ini, diharapkan nilai-nilai luhur Walisongo dapat terus hidup dan menjadi jembatan penguat toleransi antar umat beragama di Pulau Bali.-inspirasi #storytelling

Unique , Warung Gudeg Joglo in Renon Features a Art Studio for Nostalgic-Style Sketches
Hospitality 16 Sep 2026
Unique , Warung Gudeg Joglo in Renon Features a Art Studio for Nostalgic-Style Sketches

Renon, Denpasar 16.9.2026.bali inspire— While "gudeg" eateries are typically associated solely with cuisine, Warung Gudeg Joglo—located on Jalan Badak Agung, Renon, Denpasar—breaks the mold. This "Joglo"-style establishment houses a hidden art gallery featuring sketches with a truly unique character.Beyond the deliciousness of its Yogyakarta-style "gudeg", the eatery is owned by a talented female artist, Retno Arya Bayuaji. Known affectionately as Mbak Retno, she has long pursued sketching as both a hobby and a passion.Her sketches come to life with a strong nostalgic aesthetic, capturing classic Javanese life, female figures, and traditional market scenes through spontaneous, expressive strokes."It turns out there are many admirers; in fact, my original works have even been exhibited in Ubud. I’ve received positive feedback from various painters who frequent Warung Gudeg Joglo here on Jalan Badak Agung. Sketching—letting the lines flow spontaneously—has been a hobby of mine since childhood," Retno Arya Bayuaji revealed when met at her eatery.From Ubud Exhibitions to the Walls of Warung Gudeg JogloRetno Arya Bayuaji’s original works are no mere amateur efforts; they have been exhibited in Ubud, a renowned global hub for the arts. Many painters and artists who stopped by to enjoy the "gudeg" found themselves captivated by the artworks displayed on the eatery's walls.Retno’s sketching style is known for its high degree of spontaneity. She avoids excessive reworking, allowing the lines to flow naturally while successfully capturing the emotion and narrative of her subjects. It is this distinctive quality that makes her work highly sought after by collectors. Savoring Authentic Gudeg Amidst Vintage-Style Sketch ArtBeyond serving as an art space, Warung Gudeg Joglo maintains its core identity as an eatery offering authentic, original Jogja-style gudeg at affordable prices.The blend of Jogja’s signature sweet-and-savory gudeg flavors with the atmosphere of a vintage-style sketch gallery offers visitors a unique experience.The combination of authentic, affordable Jogja gudeg and the chance to admire vintage-style sketches inspires visitors from near and far—both domestic and international.Many travelers—from various cities across the country to international tourists—make a special trip here not just to dine, but also to view and discuss the displayed artwork."After eating the gudeg and looking at Mbak Retno’s paintings, it feels like stepping back into the Jogja of yesteryear. It’s truly inspiring; I leave with a full stomach and a happy heart, having found artistic inspiration," said a visitor from Jakarta.With this "culinary-meets-art-space" concept, Warung Gudeg Joglo in Renon has become a unique, must-visit destination in Denpasar, especially for food and art enthusiasts. VISIT INFO:Warung Gudeg JogloAddress: Jl. Badak Agung, Renon, DenpasarSignature Dishes: Original Jogja Gudeg, Krecek (spicy cattle-skin stew), Free-range Chicken, Pindang EggsFacilities: Art Studio & Vintage-Style Sketch Gallery.#storytelling bali-inspire 

Unik , Warung Gudeg Joglo di Renon Ternyata Punya Studio Art Sketsa Tempo Dulu
Art 16 Sep 2026
Unik , Warung Gudeg Joglo di Renon Ternyata Punya Studio Art Sketsa Tempo Dulu

Unik, Warung Gudeg Joglo di Renon Ternyata Punya Studio Art Sketsa Tempo DuluRenon.16.9.2026.DENPASAR— Jika biasanya warung gudeg hanya identik dengan sajian kuliner, berbeda dengan Warung Gudeg Joglo yang berlokasi di Jalan Badak Agung, Renon, Denpasar. Warung dengan konsep Joglo ini ternyata menyimpan galeri seni tersembunyi berupa karya-karya lukis sketsa dengan ciri khas yang sangat unik.Di balik kelezatan gudeg Jogja-nya, sang pemilik ternyata adalah seorang perupa wanita berbakat, Retno Arya Bayuaji. Wanita yang akrab disapa Mbak Retno ini sudah lama menjadikan dunia sketsa sebagai hobi dan passion-nya.Karya-karya sketsanya terlihat hidup dengan konsep tempo dulu yang kuat, menggambarkan potret kehidupan Jawa klasik, figur-figur perempuan, hingga suasana pasar tradisional yang dibuat dengan goresan spontan dan ekspresif."Banyak penggemarnya ternyata, apalagi karya original saya ini bisa dan sudah pernah ikut pameran di Ubud. Respon positif dari berbagai pelukis yang sering mampir ke Warung Gudeg Joglo di Jl. Badak Agung Renon ini, karya sketsa dengan spontanitas mengalir begitu saja sudah menjadi hobi sejak kecil saya hingga sekarang," ungkap Retno Arya Bayuaji saat ditemui di warungnya.Dari Pameran di Ubud ke Dinding Warung Gudeg joglo ,Tak main-main, karya original Retno Arya Bayuaji sudah pernah dipamerkan di Ubud yang dikenal sebagai pusatnya seni dunia. Banyak pelukis dan seniman yang kebetulan mampir makan gudeg, justru terpukau dengan karya-karya yang terpajang di dinding warung.Goresan sketsa Retno dikenal memiliki spontanitas yang tinggi. Tidak terlalu banyak coretan ulang, mengalir begitu saja namun berhasil menangkap emosi dan cerita dari objek yang dilukis. Ciri khas inilah yang membuat karya-karyanya banyak diburu kolektor.Makan Gudeg Autentik Sambil Menikmati Karya Seni Sketsa original.Selain menjadi ruang seni, Warung Gudeg Joglo tetap mempertahankan identitas utamanya sebagai warung kuliner dengan *menu gudeg Jogja autentik original dengan harga terjangkau*.Perpaduan antara cita rasa gudeg yang manis-gurih khas Jogja dengan suasana galeri sketsa tempo dulu memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.Warung Gudeg Joglo dengan khas menu gudeg Jogja yang autentik original dengan harga terjangkau, sekaligus menikmati karya-karya sketsa tempo dulu sangat menginspirasi pengunjung dari berbagai kota, baik lokal maupun mancanegara.Banyak wisatawan lokal dari berbagai kota hingga turis mancanegara yang sengaja datang tidak hanya untuk makan, tetapi juga untuk melihat dan berdiskusi tentang karya seni yang ada."Habis makan gudeg, lihat lukisan-lukisan Mbak Retno jadi rasanya kayak balik ke Jogja tempo dulu. Inspiratif banget, makan kenyang, hati juga senang dapat inspirasi seni," ujar salah satu pengunjung asal Jakarta.Dengan konsep kuliner plus art space ini, Warung Gudeg Joglo di Renon menjadi salah satu destinasi unik di Denpasar yang wajib dikunjungi, terutama bagi pecinta kuliner dan seni.INFO KUNJUNGAN: Warung Gudeg Joglo Alamat: Jl. Badak Agung, Renon, Denpasar  Menu Andalan: Gudeg Jogja Original, Krecek, Ayam Kampung, Telur Pindang  Fasilitas: Studio Art & Galeri Sketsa Tempo Dulu.#storytelling bali-inspirasi 

KRISTA EXHIBITIONS GROUP & UITIC 2027 PRESS CONFERENCE IN MILAN, ITALY
Hospitality 15 Sep 2026
KRISTA EXHIBITIONS GROUP & UITIC 2027 PRESS CONFERENCE IN MILAN, ITALY

Bali-inspire,Italy.15.9.2026.For decades, Italy has held a prominent position in the global leather, footwear, fashion, design, and manufacturing industries. The reputation of Made in Italy is recognized not only for premium products and world-renowned design, but also for its excellence in craftsmanship, material innovation, production technology, and its ability to build an integrated industrial value chain. This influence has established Italy as one of the world’s leading centers for the development of the leather and footwear industries and a benchmark for industry players around the globe.As the global industrial landscape continues to evolve, the leather and footwear sectors are facing both new challenges and new opportunities. Advances in technology, growing demand for more sustainable production processes, changing consumer behavior, and shifts in global supply chains are encouraging companies to expand their production, sourcing, and partnership networks into strategic markets with strong growth potential.Against this backdrop, Southeast Asia is gaining increasing attention as an important part of the global manufacturing supply chain, with Indonesia playing a strategic role. With a growing industrial base, a skilled workforce, a large domestic market, and manufacturing networks connected to international markets and global brands, Indonesia offers expanding opportunities for companies seeking partnerships in production, sourcing, technology, and market development.These opportunities are at the heart of the presence of Krista Exhibitions Group, one of Indonesia’s leading exhibition organizers, in Milan to introduce Indo Leather & Footwear (ILF) & Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2027 will take place on 4–6 August 2027 at JIExpo Kemayoran, Jakarta to Italian companies, manufacturers, suppliers, brands, industry professionals, associations, and media.Krista Exhibitions Group’s presence in Milan is also part of its broader effort to strengthen business relations between Indonesia and Italy across a range of industrial sectors. In addition Indo Leather & Footwear (ILF) & Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2027, Krista Exhibitions Group also organizes ALLPack Indonesia 2026 and Krista Interfood 2026, two major international trade exhibitions that connect global companies, manufacturers, suppliers, technology providers, buyers, distributors, and industry professionals with Indonesia’s growing market.ALLPack Indonesia 2026, taking place on 20–23 October 2026 at JIExpo Kemayoran, Jakarta, serves as an international platform for the packaging, processing, printing, and manufacturing industries. The exhibition brings together technology providers, machinery manufacturers, material suppliers, and industry professionals, creating opportunities for international companies to explore Indonesia’s expanding industrial and manufacturing ecosystem.Meanwhile, Krista Interfood 2026, scheduled for 4–7 November 2026 at NICE PIK 2, Tangerang, will provide an international meeting point for the food and beverage industry. The exhibition connects food manufacturers, ingredient suppliers, processing and packaging technology providers, distributors, retailers, hospitality businesses, and international buyers, offering opportunities for companies to develop new partnerships and expand their presence in the Indonesian and Southeast Asian markets.The event will also highlight the growing potential of Indonesia’s gelato industry through the Gelato World Tour, an international gelato competition that showcases the creativity and craftsmanship of gelato artisans. The program also highlights the use of local Indonesian ingredients, providing a platform for participants to develop innovative gelato creations and compete for the opportunity to advance to the Asian competition and the international Gelato World Tour in Italy.Together, these exhibitions reflect Krista Exhibitions Group’s broader commitment to creating international business platforms that connect Indonesia with global markets. For Italian companies, they provide additional channels to explore opportunities not only in leather, footwear, and fashion, but also across packaging, food and beverage, manufacturing technology, and related industrial sectors.Through this forum in Milan, Indonesia is presented not only as a market with strong growth potential, but also as a strategic partner for business development, manufacturing collaboration, technology exchange, and supply chain expansion across Asia.For Italian companies, Indo Leather & Footwear (ILF) & Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2027 provides an opportunity to explore the Indonesian market while gaining broader access to the Southeast Asian region. Participation in the exhibition can open the door to new business and sourcing opportunities, direct connections with Indonesian manufacturers and suppliers, opportunities to introduce advanced technologies and manufacturing solutions, and strategic partnerships with companies and industry stakeholders in Indonesia.More than an exhibition, Indo Leather & Footwear (ILF) & Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2027 is designed as a business platform connecting different parts of the industry value chain. Italian companies can use the platform to gain insights into Indonesia’s industry development, understand market needs, explore technology collaboration opportunities, and expand their business networks in a manufacturing region with strong long-term growth prospects.The collaboration between Italy and Indonesia will gain further momentum through the UITIC International Technical Congress 2027, taking place in Jakarta on 2 – 4 August 2027. Co-organized by UITIC and Krista Exhibitions Group, the congress will bring together footwear technologists, manufacturers, researchers, industry experts, and business leaders from around the world to exchange knowledge and explore the future of footwear manufacturing.The program will combine technical knowledge, innovation, manufacturing expertise, and international networking, including visits to selected footwear manufacturing facilities in Indonesia. Delegates will gain first-hand insights into production processes, technologies, factory operations, and industry practices.The program will continue at the Indo Leather & Footwear (ILF) & Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2027, featuring an opening ceremony, exhibition tour, and panel discussion on the global footwear supply chain and the latest footwear technologies. It will conclude with an international networking cocktail, creating opportunities for new business relationships and collaborations. The integration of ILF & IGT Expo 2027 and the UITIC International Technical Congress 2027 further strengthens Jakarta’s position as a global meeting point for the footwear industry, connecting international professionals with Indonesia’s manufacturing capabilities, technical expertise, innovation, business opportunities, and industry networks.Daud D. Salim, CEO of Krista Exhibitions Group, said: “Italy and Indonesia bring highly complementary strengths to the global leather and footwear industry. Italy is internationally recognized for its excellence in craftsmanship, design, technology, and premium leather and footwear, while Indonesia has developed a strong and competitive manufacturing ecosystem with growing connections to global markets. Through Indo Leather & Footwear Expo, we want to create a stronger bridge between these two markets and turn industry connections into meaningful, long-term business partnerships.”According to Krista Exhibitions Group, the ongoing transformation of the global leather and footwear industries is creating greater opportunities for cross-border collaboration. Italy’s strengths in design, materials, technology, and craftsmanship can complement Indonesia’s growing manufacturing capabilities, resources, and market access.Through Indo Leather & Footwear (ILF) & Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2027, Krista Exhibitions Group aims to build a stronger bridge between Italy’s expertise in leather, footwear, fashion, design, and technology and Indonesia’s growing manufacturing capabilities.For the Italian industry, this represents an opportunity to view Indonesia from a broader perspective not only as a potential market or production destination, but as an integral part of a more connected Asian business and supply chain strategy.Krista Exhibitions Group invites Italian companies, industry associations, buyers, manufacturers, technology providers, brands, designers, investors, and media to join the industry community in Jakarta and explore new opportunities at Indo Leather & Footwear (ILF) & Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2027, while also discovering the broader business opportunities offered through ALLPack Indonesia 2026 and Krista Interfood 2026.Through these international platforms, Krista Exhibitions Group continues to strengthen connections between Indonesian and global industries, creating new opportunities for business partnerships, investment, technology collaboration, sourcing, and long-term market development.bali-inspiration #storytelling

Tim Reviewer LP2M UNEJ Kunjungi UD. Waroeng Kopi Kayumas Asembagus Tinjau Prototype Briket Aromaterapi
Hospitality 13 Sep 2026
Tim Reviewer LP2M UNEJ Kunjungi UD. Waroeng Kopi Kayumas Asembagus Tinjau Prototype Briket Aromaterapi

Tim Reviewer LP2M UNEJ Kunjungi UD. Waroeng Kopi Kayumas Asembagus Tinjau Prototype Briket AromaterapiSITUBONDO— Tim Reviewer Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember *(LP2M UNEJ) melakukan kunjungan lapangan ke UD. Waroeng Kopi Kayumas Asembagus, Kabupaten Situbondo pada Senin, 7 September 2026Kunjungan ini merupakan bagian dari program *Penelitian Terapan Luaran Prototype* yang tengah dikembangkan oleh mitra Kayumas Kopi.Rombongan tim reviewer tiba di lokasi sejak pagi dan langsung meninjau proses produksi *briket aromaterapi* berbahan dasar limbah kulit kopi dan ampas kopi dari UD. Waroeng Kopi Kayumas.Inovasi Limbah Kopi Jadi Produk Bernilai Ekonomi;Dalam kegiatan tersebut, tim dari LP2M UNEJ melihat secara langsung tahapan pembuatan briket aromaterapi. Mulai dari pengeringan, pencampuran bahan, pencetakan, hingga pengemasan produk.Produk briket ini dikembangkan sebagai solusi pemanfaatan limbah kopi agar memiliki nilai tambah. Selain sebagai bahan bakar alternatif, briket ini juga memiliki aroma khas kopi yang berfungsi sebagai aromaterapi alami."Kami mengapresiasi inovasi dari UD. Waroeng Kopi Kayumas. Dari limbah yang biasanya dibuang, sekarang bisa menjadi produk prototype yang punya potensi pasar, terutama untuk sektor hospitality dan spa di Bali," ujar salah satu reviewer LP2M UNEJ di sela peninjauan.Dukungan Riset untuk UMKM Kopi Lokal,Program Penelitian Terapan Luaran Prototype ini bertujuan mendorong UMKM agar naik kelas melalui riset dan pengembangan produk. LP2M UNEJ berperan sebagai pendamping akademik sekaligus reviewer untuk memastikan luaran penelitian sesuai target dan layak untuk diproduksi massal.Pihak UD. Waroeng Kopi Kayumas menyambut baik kunjungan ini. "Dengan adanya pendampingan dari UNEJ, kami jadi lebih terarah dalam mengembangkan produk. Harapannya briket aromaterapi ini bisa jadi produk unggulan baru dari Kayumas Kopi," ungkap Didik dari UD. Waroeng Kopi Kayumas.Kegiatan peninjauan selesai sekitar pukul 11.00 WIB dan ditutup dengan diskusi terkait perbaikan prototype, strategi pemasaran, serta rencana hilirisasi produk ke pasaran.Dengan adanya kolaborasi antara akademisi dan UMKM ini, diharapkan inovasi berbasis kopi lokal Situbondo dapat terus berkembang dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.Tentang UD. Waroeng Kopi Kayumas,  UD. Waroeng Kopi Kayumas Asembagus adalah UMKM kopi lokal Situbondo yang fokus pada pengolahan kopi robusta dan arabika, serta pengembangan produk turunan kopi berkelanjutan.Tentang LP2M UNEJ LP2M UNEJ adalah lembaga di Universitas Jember yang bertugas mengelola, membina, dan mengembangkan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.#storytelling bali-inspirasi 

BEYOND IMAGINATION #3: SENIMAN INDONESIA MENEMBUS BATAS  KONVENSIONAL DI YOGYAKARTA
Art 08 Sep 2026
BEYOND IMAGINATION #3: SENIMAN INDONESIA MENEMBUS BATAS KONVENSIONAL DI YOGYAKARTA

BEYOND IMAGINATION #3: SENIMAN INDONESIA MENEMBUS BATAS KONVENSIONAL DI YOGYAKARTA"Merayakan keberanian bereksperimen, berpikir kreatif, dan menciptakan kemungkinan baru dalam seni rupa Indonesia"YOGYAKARTA, September 2026 — Seni rupa tidak selalu harus berada di dalam batas-batas yang sudah dikenal. Ia dapat bergerak, berubah, bereksperimen, bahkan mempertanyakan kembali bentuk dan cara kita memahami sebuah karya.Semangat inilah yang menjadi landasan penyelenggaraan Beyond Imagination #3, pameran seni rupa yang diselenggarakan oleh Seniman Muda Indonesia (SEMUI) di Pendhapa Art Space, Yogyakarta, pada 5–26 September 2026.Pameran ini dikuratori oleh Heri Kris dan secara resmi dibuka pada Sabtu, 5 September 2026 pukul 16.00 WIB oleh Prof. M. Dwi Marianto, MFA, Ph.D.Beyond Imagination #3 merupakan kelanjutan dari rangkaian pameran Beyond Imagination yang sejak awal dibangun sebagai ruang bagi seniman untuk berani keluar dari batas-batas konvensional.Namun pada edisi ketiga ini, semangat tersebut diperluas dengan menghadirkan praktik seni yang semakin beragam, eksperimental, dan berani dalam penggunaan medium maupun pendekatan artistik.Dari “Membuat Karya” Menjadi “Menciptakan Pengalaman”Beyond Imagination #3 tidak ingin melihat karya seni hanya sebagai objek yang ditempatkan di ruang pamer untuk kemudian dilihat oleh pengunjung.Sebaliknya, pameran ini mendorong seniman untuk memikirkan bagaimana sebuah karya dapat membangun pengalaman, atmosfer, dialog, dan hubungan baru antara karya dengan ruang serta penontonnya.Eksperimentasi menjadi bagian penting dalam proses tersebut.Medium tidak lagi harus menjadi batas. Material alternatif, objek keseharian, ruang, teknologi, cahaya, suara, video, maupun berbagai pendekatan lintas disiplin dapat menjadi bagian dari bahasa artistik selama memiliki hubungan yang kuat dengan gagasan yang dibangun seniman.Dengan demikian, Beyond Imagination #3 bukan sekadar pameran tentang karya yang “berbeda”, tetapi tentang keberanian untuk berpikir dan menciptakan dengan cara yang berbeda.Berani Keluar dari Kebiasaan Semangat untuk keluar dari kebiasaan tersebut juga menjadi salah satu gagasan yang ditekankan oleh Annie Sofyan, yang melihat Beyond Imagination sebagai sebuah ajakan kepada para seniman untuk terus mengembangkan kreativitas dan keberanian dalam proses berkarya.Menurut Annie Sofyan, Beyond Imagination bukan sekadar sebuah tema atau judul pameran, tetapi sebuah dorongan agar para seniman berani meninggalkan pola penciptaan yang terlalu nyaman dan berulang.“Beyond Imagination mengajak teman-teman untuk berpikir lebih kreatif dan berani mencoba sesuatu yang berbeda. Jangan berkarya secara flat atau biasa-biasa saja. Kita harus berani keluar dari kebiasaan, berani berpikir out of the box, dan berani mencari kemungkinan-kemungkinan baru dalam berkarya.”Bagi Annie, keberanian untuk keluar dari kebiasaan merupakan bagian penting dari perjalanan seorang seniman. Ketika seorang seniman terus bekerja dengan cara yang sama, menggunakan pendekatan yang sama, dan hanya mengulang apa yang sudah pernah dilakukan, maka kemungkinan untuk menemukan sesuatu yang baru menjadi semakin kecil.Karena itu, Beyond Imagination #3 memberikan ruang bagi para seniman untuk mencoba pendekatan yang lebih bebas. Seniman didorong untuk tidak hanya memikirkan apa yang akan dibuat, tetapi juga mempertanyakan bagaimana karya itu dibuat, mengapa medium tertentu dipilih, bagaimana material dapat berbicara, serta bagaimana karya dapat membangun pengalaman baru bagi publik.“Ketika teman-teman berani keluar dari kebiasaan, saya percaya akan lahir karya-karya yang memiliki karakter dan pengalaman yang berbeda. Dan karya-karya itulah yang pada akhirnya bertemu dan tergelar dalam pameran Beyond Imagination #3 di Pendhapa Art Space,” ujar Annie Sofyan.Pernyataan tersebut menjadi penting karena keberanian eksperimentasi tidak selalu berarti membuat sesuatu yang sekadar terlihat aneh atau berbeda. Eksperimentasi justru membutuhkan keberanian untuk mencari, mencoba, mempertanyakan, dan menemukan bahasa yang paling tepat bagi gagasan seorang seniman.Dengan demikian, out of the box bukan sekadar persoalan bentuk visual,melainkan cara berpikir.Seniman tidak hanya ditantang untuk menghasilkan karya yang berbeda secara fisik, tetapi juga untuk memiliki keberanian membongkar cara berpikir yang selama ini dianggap biasa.Ketika Seniman Didorong Keluar dari Zona Nyaman ,Menurut Tato Kastareja, Ketua Seniman Muda Indonesia (SEMUI), Beyond Imagination dibangun dari kegelisahan terhadap praktik seni yang terlalu mudah terjebak pada pola-pola yang sudah mapan.“Kami ingin memberikan ruang kepada seniman untuk berani keluar dari zona nyaman. Beyond Imagination bukan sekadar mengajak seniman membuat karya yang aneh atau berbeda, tetapi mendorong mereka untuk mempertanyakan kembali cara mereka berpikir, memilih medium, membangun gagasan, dan berkomunikasi dengan publik.”Menurutnya, perkembangan seni rupa membutuhkan ruang eksperimen yang memungkinkan seniman mengambil risiko.“Seni berkembang ketika seniman berani mencoba sesuatu yang belum tentu berhasil. Karena itu, keberanian bereksperimen adalah bagian penting dari proses penciptaan.”Dalam konteks tersebut, Beyond Imagination #3 menjadi ruang yang mempertemukan keberanian individual para seniman dengan sebuah pengalaman kolektif dalam ruang pamer.Karya-karya yang hadir merupakan hasil dari proses pencarian masing-masing seniman—dengan karakter, gagasan, material, dan pendekatan yang berbeda-beda—namun dipertemukan oleh satu semangat yang sama: keinginan untuk melampaui sesuatu yang sudah dianggap biasa.Kurator sebagai Penghubung antara Gagasan, Karya, dan Publik Dalam Beyond Imagination #3, peran kurator Heri Kris menjadi penting dalam membangun hubungan antara keragaman karya yang hadir dalam pameran.Kuratorial tidak hanya berfungsi untuk memilih dan menempatkan karya, tetapi juga membaca berbagai kemungkinan yang muncul dari proses eksperimentasi para seniman.Pameran menjadi ruang di mana berbagai pendekatan artistik dapat bertemu, berhadapan, dan saling membuka kemungkinan pembacaan baru.Keragaman tersebut justru menjadi kekuatan pameran. Tidak semua karya harus berbicara dengan bahasa yang sama, karena setiap seniman memiliki pengalaman dan cara pandang yang berbeda.Yang menyatukannya adalah keberanian untuk melampaui yang sudah dikenal.Performance Kolaborasi Seniman IndonesiaPembukaan Beyond Imagination #3 juga akan diwarnai dengan performance kolaborasi seniman - seniman Indonesia.Performance tersebut menjadi bagian integral dari semangat pameran untuk memperluas pengalaman seni. Seni tidak hanya hadir sebagai objek visual, tetapi juga sebagai peristiwa yang berlangsung melalui tubuh, ruang, waktu, suara, gerak, dan interaksi.Kolaborasi ini sekaligus menjadi simbol bahwa perkembangan seni rupa Indonesia tidak berdiri sendiri. Ia tumbuh melalui pertemuan berbagai gagasan, latar belakang, pengalaman, dan praktik artistik.Yogyakarta: Ruang yang Tepat untuk Eksperimentasi,Dipilihnya Yogyakarta sebagai lokasi penyelenggaraan Beyond Imagination #3 juga memberikan konteks penting bagi pameran ini.Sebagai salah satu kota penting dalam perkembangan seni rupa Indonesia, Yogyakarta memiliki ekosistem seni yang dinamis dan tradisieksperimentasi yang kuat.Kehadiran Pendhapa Art Space menjadi bagian dari upaya mempertemukan berbagai energi tersebut dalam sebuah ruang pamer yang terbuka terhadap gagasan dan praktik seni kontemporer.Melalui penyelenggaraan ini, SEMUI berharap Beyond Imagination #3 dapat menjadi ruang dialog antara seniman, kurator, komunitas seni, mahasiswa, pelajar, pemerhati seni, kolektor, dan masyarakat luas.Beyond Imagination Bukan Titik AkhirBagi SEMUI, Beyond Imagination #3 bukanlah sebuah titik akhir.Pameran ini merupakan bagian dari proses panjang untuk membangun ekosistem seni rupa yang memberikan kesempatan lebih besar kepada seniman Indonesia untuk bereksperimen dan berkembang.Seni rupa Indonesia tidak hanya membutuhkan ruang untuk memamerkan karya, tetapi juga membutuhkan ruang untuk mencoba, mempertanyakan, gagal, menemukan, dan menciptakan sesuatu yang baru.Pada akhirnya, karya-karya yang tergelar dalam Beyond Imagination #3 adalah hasil dari keberanian tersebut: keberanian untuk meninggalkan kebiasaan, membuka kemungkinan, dan memberikan kesempatan kepada imajinasi untuk bergerak lebih jauh.Karena Beyond Imagination bukan hanya tentang membuat sesuatu yang berbeda.Ia adalah tentang berani berpikir berbeda sebelum berani membuat sesuatu yang berbeda.Dan ketika keberanian itu bertemu dalam satu ruang, lahirlah sebuah pameran yang tidak hanya dapat dilihat, tetapi juga dapat dibaca sebagai rekaman perjalanan para seniman dalam mencari kemungkinan baru.Beyond Imagination #3 mengajak seniman dan publik untuk bersama-sama melampaui batas tersebut.INFORMASI PAMERANBEYOND IMAGINATION #35–26 September 2026ïżœïżœïżœPendhapa Art Space, YogyakartaKurator:Heri KrisPembukaan:Sabtu, 5 September 2026Pukul 16.00 WIBDibuka oleh:Prof. M. Dwi Marianto, MFA, Ph.D.Performance:Kolaborasi Seniman-Seniman IndonesiaPenyelenggara:SEMUI — Seniman Muda IndonesiaTENTANG SEMUISeniman Muda Indonesia (SEMUI) adalah organisasi yang berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem seni rupa Indonesia melalui penyelenggaraan pameran, pengembangan seniman, program kuratorial, riset, pendidikan, publikasi, dan berbagai inisiatif seni lainnya.SEMUI memiliki perhatian khusus terhadap perkembangan praktik seni rupa kontemporer serta mendorong generasi seniman Indonesia untuk berani mengembangkan gagasan, mengeksplorasi medium, dan membangun praktik artistik yang relevan dengan perubahan zaman.Melalui berbagai programnya, SEMUI berupaya membangun ruang seni yang tidak hanya menjadi tempat untuk memamerkan karya, tetapi juga menjadi ruang belajar, bereksperimen, berdialog, dan menciptakan kemungkinan baru.Beyond Imagination #3 menjadi salah satu bentuk komitmen tersebut: menghadirkan ruang di mana seniman diberikan keberanian untuk melampaui yang sudah dikenal dan membayangkan kemungkinan yang belum terbayangkan.MEDIA CONTACTSEMUI — Seniman Muda IndonesiaUntuk informasi, wawancara, materi publikasi, dan kebutuhan media mengenai Beyond Imagination #3, silakan menghubungi panitia/PR SEMUI

KayuMas Kopi Raih Omzet Bagus di Bali Interfood 2026, Pengunjung dari Mancanegara Padati BNDCC Nusa Dua
Hospitality 07 Sep 2026
KayuMas Kopi Raih Omzet Bagus di Bali Interfood 2026, Pengunjung dari Mancanegara Padati BNDCC Nusa Dua

Kayumas Kopi Raih Omzet Bagus di Bali Interfood 2026, Pengunjung dari Mancanegara Padati BNDCC Nusa Dua*Bali,NUSA DUA.7.9.2026.* — Brand kopi UMKM lokal ,*Kayumas Kopi* turut meramaikan ajang pameran kuliner dan teknologi terbesar di Pulau Dewata, *Bali Interfood 2026*. Event yang digelar di *BNDCC Nusa Dua* pada tanggal 2 hingga 4 September 2026 ini menjadi magnet bagi pelaku usaha F&B dari dalam dan luar negeri.Selama 3 hari pameran, booth Kayumas Kopi tak pernah sepi. Berbagai varian kopi khas Ijen Raung yang dipamerkan berhasil menarik perhatian pengunjung."Dengan omzet yang bagus pada event ini, dan juga semua pengunjungnya sangat berkualitas, bahkan dari berbagai mancanegara juga hadir," ungkap *Didik dari Kayumas Kopi saat ditemui awak media di sela-sela pameran.Menurut Didik, antusiasme pengunjung tahun ini jauh lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Banyak buyer, hotelier, hingga investor yang datang langsung untuk menjajaki peluang kerja sama dan distribusi.Pariwisata Bali Jadi Magnet Investor F&B,Bali Interfood 2026 memang sengaja digelar untuk menangkap momentum pemulihan pariwisata Bali yang terus membaik. Sektor makanan dan minuman menjadi salah satu primadona yang paling dilirik."Pariwisata Bali yang semakin membaik selalu jadi incaran para investor menengah ke atas, untuk mencari peluang bisnis di bidang makanan dan minuman di sektor pariwisata Bali," tambah Didik.Hal ini terlihat dari ramainya stand-stand yang diisi oleh brand lokal, nasional, hingga internasional. Mulai dari produk kopi, bakery, makanan kemasan, hingga teknologi mesin F&B terbaru ikut dipamerkan.Panitia mencatat ribuan pengunjung hadir selama 3 hari, dengan komposisi 60% pelaku bisnis dan 40% masyarakat umum. Banyak dari mereka datang khusus dari Australia, Jepang, Korea, dan negara-negara Eropa.Kayumas Kopi Bidik Ekspansi Lewat Jaringan Hotel,Keikutsertaan Kayumas Kopi di Bali Interfood 2026 bukan sekadar jualan. Target utama mereka adalah memperluas jaringan ke hotel, restoran, dan cafe di kawasan wisata."Event seperti ini penting. Kita ketemu langsung sama decision maker. Nggak cuma jual produk, tapi juga cerita tentang kopi Bali ke dunia," tutup Didik.Dengan hasil positif di Bali Interfood 2026, Kayumas Kopi optimis bisa memperluas pasar dan membawa cita rasa kopi Nusantara ke pasar global. Bali Interfood 2026  adalah pameran internasional untuk industri makanan, minuman, perhotelan, dan teknologi kuliner. Tahun ini event dipusatkan di BNDCC Nusa Dua dan diikuti lebih dari 200 peserta dari 15 negara.#storytelling

Dibukanya Event Pameran Terbesar  ,BALI INTERFOOD 2026
Hospitality 02 Sep 2026
Dibukanya Event Pameran Terbesar ,BALI INTERFOOD 2026

[2/9 15.30] storytelling: PAMERAN BALI INTERFOOD 2026OPENING CEREMONYBali Interfood 2026 resmi dibuka hari ini di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali. Memasuki penyelenggaraan ke-7 pada 2-4 September 2026, pameran internasional yang diselenggarakan Krista Exhibitions Group ini mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman (F&B), hospitality, bakery, kopi, wine & spirit, hingga teknologi dan solusi bisnis dalam satu ekosistem.Bali Interfood 2026 menjadi titik temu strategis bagi produsen, distributor, importir, buyer, pelaku HORECA, peritel, pemilik restoran dan kafe, hingga investor. Selain pameran, business matching, networking session, dan program edukatif membuka peluang kolaborasi serta transaksi baru. Diikuti 110 peserta dari delapan negara, termasuk 35 UMKM, Bali Interfood 2026 menghadirkan produk, teknologi, dan solusi terbaru bagi industri F&B dan hospitality, dengan target 15.000 pengunjung selama tiga hari.CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan "Bali memiliki posisi yang strategis dalam perkembangan industri F&B nasional. Pertumbuhan sektor pariwisata, hotel, restoran, kafe, serta bisnis kuliner di Bali terus menciptakan kebutuhan terhadap produk, bahan baku, peralatan, teknologi, dan solusi industri yang semakin beragam."Bali bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga merupakan salah satu pusat pertumbuhan bisnis hospitality dan kuliner di Indonesia. Karena itu, Bali Interfood kami hadirkan sebagai platform yang mempertemukan kebutuhan industri dengan inovasi dan peluang bisnis, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal dan UMKM untuk berkembang dan terhubung dengan pasar yang lebih luas," ungkapnya.Pada penyelenggaraan tahun ini, Bali Interfood hadir bersamaan dengan Bali Hotel & Tourism, Bali Coffee Expo, Bali Wine & Spirit, serta Bakery Indonesia Expo 2026. Kolaborasi tersebut menghadirkan ekosistem yang lebih luas, mulai dari bahan baku, produk makanan dan minuman, bakery dan pastry, kopi, wine & spirit, peralatan pengolahan, horeca, jasa boga, hingga teknologi dan solusi pengemasan.Pengunjung tidak hanya dapat mencari produk sesuai kebutuhan bisnis, tetapi juga melihat bagaimana berbagai sektor dalam industri F&B dan hospitality saling terhubung. "Yang kami hadirkan bukan hanya produk, tetapi juga kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang berada di balik industri ini buyer, supplier, chef, purchasing, distributor, asosiasi, hingga profesional hospitality," tambah Daud.[2/9 15.35] storytelling: Salah satu program yang menjadi unggulan pada Bali Interfood 2026 adalah Gelato World Cup Indonesian Selection, yang berlangsung selama tiga hari. Pengunjung dapat menyaksikan kompetisi sekaligus mengikuti berbagai workshop yang menghadirkan teknik dan kreativitas para profesional gelato. Rangkaian program tersebut antara lain Gelato Workshop Coconut Mango Dessert, Mixologist Workshop Morello Cherry Gelato, Gelato Competition, Gelato Workshop Sorbet Lollies, serta Mixologist Workshop Blood Orange Sorbet.Selain gelato, pengunjung juga dapat menikmati berbagai sesi kuliner dan beverage yang menghadirkan chef serta profesional industri. Program tersebut. mencakup Cinnamon Roll bersama Chef Fajri Winarno, Dimsum Keju Lumer & Ghyong Chilli Oil bersama Chef Lucky R Katili, Bali Beans Manual Brew Class bersama Barista | Made Galih Kresnadana, serta demo Mie Goreng Lada Hitam & Kwetiau Goreng Olive Vegetable bersama Chef Ugay.Bali Interfood 2026 menghadirkan pengalaman eksplorasi rasa yang mempertemukan wine dengan beragam karakter cita rasa melalui rangkaian Wine Pairings. Pengunjung diajak menikmati perpaduan yang unik dan inovatif, mulai dari Wine & Coffee Sensory bersama Bali Beans Coffee, Wine & Chocolate Pairing bersama Mason Chocolates Bali, hingga Plant-Based Perfection: A Green Rebel Wine Pairing Workshop.Sementara itu, IPBI Competition Area menghadirkan berbagai kompetisi dan workshop, seperti Fruit Carving Competition, Table Setting Into the Sea Competition, dan Flower Table Decoration Workshop. Isu keberlanjutan juga menjadi bagian dari agenda edukasi melalui panel diskusi "Rethinking Food Waste: How Hospitality Can Do It Better" oleh Business & Community Manager Bali Restaurant Café Association (BRCA).Bali Interfood 2026 juga memperkuat sisi bisnis melalui Business Matching Room, yang secara khusus mempertemukan pelaku industri Ho.Re.Ca.Ba (Hotel, Restaurant, Café, dan Bakery) dengan supplier dan exhibitor. Sejumlah agenda yang digelar antara lain "Ngopi Darat with Purchasing & Supplier Ho.Re.Ca.Ba Bali", Coffee Morning with APKRINDO & APRINDO Bali, Afternoon Tea with IKABOGA & PHRI Bali, serta Meetup with Bali Restaurant Café Associations.Program tersebut membuka ruang pertemuan langsung antara perwakilan purchasing dan procurement dengan supplier yang menawarkan bahan baku, produk, peralatan, teknologi, dan berbagai solusi untuk kebutuhan operasional bisnis. Bagi pelaku usaha, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mencari sumber produk baru,membandingkan solusi, membangun koneksi dengan supplier,serta menjajaki kerja sama yang berpotensi berlanjut setelah pameran.[2/9 15.39] storytelling: Bali Interfood 2026 turut memberikan perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Krista Training Center by IKABOGA, yang menghadirkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk bidang Chef de Partie, Demi Chef, Baker, Commis Pastry, serta RCC (Perpanjangan Masa Berlaku Sertifikat).Rangkaian program tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan industri F&B tidak hanya membutuhkan inovasi produk dan teknologi, tetapi juga peningkatan kompetensi tenaga profesional serta kesadaran terhadap tantangan industri yang semakin berkembang.Kolaborasi tersebut memperkuat posisi Bali Interfood sebagai ruang pertemuan berbagai kepentingan dalam industri F&B dan hospitality. Dari produsen dan distributor hingga hotel, restoran, kafe, bakery, buyer, investor, profesional kuliner, dan penyedia teknologi, seluruhnya bertemu dalam satu ekosistem.Dengan dibukanya pameran Bali Interfood 2026 sekaligus membuka tiga hari kesempatan bagi pelaku industri untuk melihat inovasi, menemukan produk. membangun koneksi, meningkatkan kompetensi, dan menciptakan peluang bisnis baru.Para pengunjung dapat melakukan registrasi secara online melalui website resmi Bali Interfood 2026 di register.kristaonline.com/visitor/baliinterfood. Registrasi juga tersedia langsung di lokasi selama pameran berlangsung. Tiket masuk sebesar Rp100.000 dan berlaku untuk akses selama tiga hari penyelenggaraan.Jangan lewatkan kesempatan acara ini untuk membuka peluang bisnis anda kedepannya!#storytelling bali-inspirasi #

Let Visite to Grow Your Food & Beverage Business at BALI INTERFOOD EXPO 2026
Hospitality 31 Aug 2026
Let Visite to Grow Your Food & Beverage Business at BALI INTERFOOD EXPO 2026

Let Visite to Grow Your Food & Beverage Business at BALI INTERFOOD EXPO 2026Bali.31.8.2026.The beautiful art of Bali,In moment 32th anniversary Since 1994, PT Kristamedia Pratama, known as Krista Exhibitions, has been a trusted leader in the international exhibition industry. With over 32 years of experience and a global network of offices and sales promoters, we connect more than 20,000 companies across diverse industries to new markets and opportunities. Driven by innovation and a commitment to delivering value, we continue to set the standard in exhibition and event organizing.bali-interfood.comIt is time to take your business to the next level at BALI INTERFOOD EXPO 2026—the most comprehensive international B2B exhibition for the food, beverage, bakery, and hospitality industries, as well as processing and packaging technology.This event serves as a strategic hub for buyers, distributors, restaurant and hotel owners, and business players—both national and international—to meet, network, and unlock tangible business collaboration opportunities.Discover a wide range of premium products, forge partnerships with potential suppliers, and gain relevant market insights to strengthen the growth and competitiveness of your F&B business.📅 September 2 – 4, 2026📍 Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Bali – Indonesia🕙 09:30 – 18:00 WITAThe Integration Hub for Bali’s F&B and Hospitality Supply Chain SectorsBALI INTERFOOD EXPO 2026 brings together the entire food, beverage, and hospitality industry ecosystem onto a single strategic platform designed to boost your business efficiency and standards. From premium raw material supplies to modern kitchen and serving technologies, discover comprehensive solutions covering:Production & Raw Materials: Bakery & Confectionery, Seafood, Meat, Frozen Food, Dairy Products, Gelato, and Processed Beverage Products.Technology & Equipment: Kitchen & Industrial Equipment, Processing & Packaging Machinery, and Hospitality Retail Technology.Food service & HORECA Services: Integrated solutions and international-standard equipment for the Hotel, Restaurant, CafĂ©, and Catering sectors.This exhibition is a crucial meeting point for manufacturers, distributors, business owners, and foodservice professionals to evaluate the latest innovations and trends firsthand. Discover the categories most relevant to strengthening your supply chain and accelerating your business expansion in Bali. Strategic Benefits You Won't Want to Miss:Direct Connections: Meet and negotiate face-to-face with curated suppliers and manufacturers to build stable, long-term business partnerships.Technological Innovation & Efficiency: Discover the latest equipment and technology solutions to optimize kitchen operations, elevate service standards, and accelerate business scaling.2026 Industry Trend Insights: Gain valuable insights into the latest culinary and hospitality trends to keep your business strategy relevant and competitive in the Bali market.Hands-on Quality Evaluation: Test product quality firsthand through live demos and tasting sessions—the best way to minimize risk before making investment or purchasing decisions.đŸ’Œ BALI INTERFOOD EXPO 2026 is a B2B platform designed specifically to boost competitiveness, enhance operational efficiency, and accelerate your business growth within the F&B and hospitality sectors.Don't miss out on a wide range of demos, events, and exciting competitions hosted by exhibitors and industry professionals, offering valuable information and tips.Complete your registration now.đŸ’«Don't miss this opportunity to connect with global industry players.bali-interfood.com

16th Anniversary Prog.World sebagai Komunitas Musik di Bali
Hospitality 31 Aug 2026
16th Anniversary Prog.World sebagai Komunitas Musik di Bali

16th Anniversary Prog.World sebagai Komunitas Musik di Bali Bali, Eksistensi Prog.World sebagai komunitas musik progresiv yang sudah berlangsung selama 16 tahun ini akan semakin berkembang pesat , dengan banyaknya penggemar musik progresiv dengan berbagai genre yang saling bersahabat dan kolaborasi demi memajukan para talenta-talenta musisi grup band yang ada di Bali dan yakin mampu memberikan apresiasi terbaiknya dikancah industri musik dunia.Prince Ade Karang selaku founder dan ketua Prog.World komunitas musik progresiv di Bali,"Kita rayakan eksistensi Prof.World ke 16 tahun ,pada 30 Agustus 2026 sekarang ini, bertempat di Party House , Frangipani Lounge Puri Jepun Kuning jl Jepun Kuning no.4 Gatsu Timur Denpasar.16th Anniversary Prog.World kali ini kita semakin yakin kedepannya lebih mampu dan percaya diri dengan musik original sebagai karya seni yang autentik maha karya untuk industri musik dunia , Saya yakin sejak awal berdirinya Prog.World ,bahwa musik original dari Bali mampu menembus industri musik internasional."Acara 16 tahun eksistensi prog.world kali ini terlihat semakin mantab dan kreativitas tingkat tinggi, beberapa grup band yang hadir ; Silent King dan L2P , serta perform jaming yang memiliki kualitas musik yang mumpuni sangat memeriahkan Anniversary 16 Prog.World dengan antusias semangat untuk berkembang dan jaya , dan keharmonisan suasana damai bersama untuk saling mendukung kemajuan musik berbagai genre yang ada di Bali.Potong Kue Ulang Tahun ke 16 Prog.World secara bersama dengan iringan lagu selamat ulang tahun untuk Prog.World terlihat harmoni dan penuh semangat kebersamaan.Hingga kini Prog.World sebagai komunitas musik progresiv sudah banyak para grup band yang gabung didalamnya,dan semakin berkembang untuk event -event musik yang akan digelar lagi nantinya."Pasti selalu ada event , kita persiapkan dan tetap ada untuk musik dunia dari Bali."ungkap Prince Ade Karang dengan berbagai pengalaman musik internasional selama ini.storytelling: Prog.World’s 16th Anniversary in BaliBali – Prog.World, a progressive music community that has thrived for 16 years, continues to grow rapidly. It unites fans of various progressive music genres in friendship and collaboration, aiming to elevate the talents of local bands in Bali and showcase their work to the global music industry.Prince Ade Karang, founder and chairman of the Bali-based progressive music community Prog.World, stated, "We are celebrating Prog.World’s 16th anniversary on August 30, 2026, at the Party House (Frangipani Lounge, Puri Jepun Kuning, Jl. Jepun Kuning No. 4, Gatsu Timur, Denpasar). With this 16th anniversary, we are increasingly confident in our future ability to champion original music as authentic, masterful art for the global stage. Since Prog.World’s inception, I have believed that original music from Bali is capable of breaking into the international music industry."The 16th-anniversary event was a resounding success, showcasing high levels of creativity. Bands such as Silent King and L2P performed, delivering high-quality music that enlivened the celebration. The event was marked by an enthusiastic spirit of growth and success, as well as a harmonious atmosphere of mutual support for the diverse music genres found in Bali.The joint cutting of the 16th-anniversary cake, accompanied by a "Happy Birthday" song for Prog.World, reflected a sense of harmony and togetherness.To date, Prog.World has welcomed numerous bands into its fold and continues to expand its scope for future music events. "There will certainly be more events; we are preparing for them and remain committed to bringing music from Bali to the world," said Prince Ade Karang, drawing on his extensive international music experience.

Mahasiswa Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas) Berdayakan Masyarakat Desa Pupuan Lewat Plang Evakuasi dan Biopori
Hospitality 29 Aug 2026
Mahasiswa Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas) Berdayakan Masyarakat Desa Pupuan Lewat Plang Evakuasi dan Biopori

Mahasiswa Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas) Berdayakan Masyarakat Desa Pupuan Lewat Plang Evakuasi dan Biopori 29.8.2026. Pupuan, Tegallalang, Gianyar Sebanyak 34 mahasiswa Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas) menjalankan program pengabdian kepada masyarakat selama 36 hari ,sejak 20 juli hingga 24 Agustus 2026 lalu di Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar,Bali. Program ini menyasar tiga kebutuhan mendesak warga, yakni: penanda titikkumpul evakuasi, petunjuk arah menuju lokasi evakuasi tanah longsor, dan pembuatan lubang resapan biopori untuk mendukung penyerapan air serta pengelolaan sampah organik.Desa Pupuan dikenal dengan lanskap pedesaan yang beragam, mulai dari persawahan,tegalan, permukiman, hingga potensi wisata alam. Namun di balik potensi tersebut, tim pengabdian menemukan sejumlah persoalan dari hasil observasi lapangan. Informasi mengenai titik kumpul evakuasi di Kantor Desa dinilai belum jelas, sementara kawasan berlereng yang rawan longsor juga minim penunjuk arah menuju lokasi evakuasi. Di sisi lain,kondisi lingkungan permukiman turut memerlukan upaya sederhana untuk meningkatkan daya serap air tanah.Berangkat dari temuan tersebut, kegiatan difokuskan pada tiga langkah nyata yang dikerjakan secara bertahap;mulai dari observasi dan identifikasi kebutuhan, persiapan alat dan bahan,hingga pemasangan langsung di lokasi yang telah ditentukan.Plang Titik Kumpul di Kantor Desa ,Langkah pertama adalah pembuatan dan pemasangan plang titik kumpul evakuasi di Kantor Desa Pupuan. Plang ditempatkan di lokasi yang mudah terlihat agar warga dapat dengan cepat mengenali tempat berkumpul saat terjadi keadaan darurat, khususnya akibat bencana tanah longsor. Keberadaan penanda ini diharapkan menjadi acuan yang jelas bagi warga setelah melakukan evakuasi.Proses pemasangan dan hasil plang titik kumpul evakuasi di Kantor Desa Pupuan.Plang Petunjuk Arah Evakuasi Tanah Longsor ;Langkah kedua berupa pembuatan dan pemasangan plang petunjuk arah menuju titik evakuasi tanah longsor. Plang ini dipasang di kawasan yang membutuhkan informasi jalur evakuasi, dengan desain yang sederhana agar mudah dipahami dalam waktu singkat.Penempatan plang turut memperhatikan posisi dan keterlihatannya, mengingat karakteristik rambu berpengaruh terhadap kemampuan warga memahami dan mengikuti arah evakuasi saat kondisi darurat.Plang petunjuk jalur evakuasi yang dipasang di kawasan rawan longsor.Lubang Resapan Biopori ;Langkah ketiga adalah pembuatan lubang resapan biopori di titik-titik yang telah ditentukan berdasarkan kondisi lingkungan sekitar. Teknologi sederhana ini dipilih karena mampu meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah sekaligus memanfaatkan sampah organik sebagai bahan yang terurai di dalam lubang. Selain menjadi sarana fisik, kegiatan ini juga menjadi langkah edukatif bagi warga untuk mulai peduli terhadap pengelolaan sampah organik dan konservasi air di lingkungan permukiman.Proses pembuatan lubang resapan biopori oleh tim pengabdian bersama warga,Diharapkan Dirawat dan Berkelanjutan ,Ketiga kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai sarana fisik semata, melainkan terus dimanfaatkan dan dirawat secara mandiri oleh masyarakat. Plang titik kumpul dan petunjuk evakuasi perlu dijaga agar tetap terlihat jelas dan berfungsi optimal saat dibutuhkan,sementara lubang resapan biopori disarankan dirawat secara berkala dan dapat dikembangkan ke lokasi lain yang sesuai. I Wayan Sumatra selaku perbekel setempat juga menyampaikan,"Terimakasih kepada para mahasiswa yang turut serta perduli terhadap desa ini serta Pemerintah desa bersama warga diajak untuk terus menjaga sarana yang telah tersedia, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik untuk kesiapsiagaan bencana maupun kelestarian lingkungan Desa Pupuan."bali-inspirasi 

Dapatkan Inspirasi Bali
Langsung di Email Anda

Informasi destinasi, event, dan promo menarik setiap minggu.

Home Destination Stay Search Menu
Tersimpan
Belum ada favorit

Klik ikon hati pada tempat yang Anda sukai untuk menyimpannya di sini.