KONVENSIONAL DI YOGYAKARTA
"Merayakan keberanian bereksperimen, berpikir kreatif, dan menciptakan kemungkinan
baru dalam seni rupa Indonesia"

YOGYAKARTA, September 2026 — Seni rupa tidak selalu harus berada di dalam batas-batas yang sudah dikenal. Ia dapat bergerak, berubah, bereksperimen, bahkan mempertanyakan kembali bentuk dan cara kita memahami sebuah karya.
Semangat inilah yang menjadi landasan penyelenggaraan Beyond Imagination #3, pameran seni rupa yang diselenggarakan oleh Seniman Muda Indonesia (SEMUI) di Pendhapa Art Space, Yogyakarta, pada 5–26 September 2026.

Pameran ini dikuratori oleh Heri Kris dan secara resmi dibuka pada Sabtu, 5 September
2026 pukul 16.00 WIB oleh Prof. M. Dwi Marianto, MFA, Ph.D.
Beyond Imagination #3 merupakan kelanjutan dari rangkaian pameran Beyond Imagination yang sejak awal dibangun sebagai ruang bagi seniman untuk berani keluar dari batas-batas konvensional.Namun pada edisi ketiga ini, semangat tersebut diperluas dengan menghadirkan praktik
seni yang semakin beragam, eksperimental, dan berani dalam penggunaan medium maupun pendekatan artistik.

Dari “Membuat Karya” Menjadi “Menciptakan Pengalaman”
Beyond Imagination #3 tidak ingin melihat karya seni hanya sebagai objek yang ditempatkan di ruang pamer untuk kemudian dilihat oleh pengunjung.Sebaliknya, pameran ini mendorong seniman untuk memikirkan bagaimana sebuah karya dapat membangun pengalaman, atmosfer, dialog, dan hubungan baru antara
karya dengan ruang serta penontonnya.
Eksperimentasi menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Medium tidak lagi harus menjadi batas. Material alternatif, objek keseharian, ruang, teknologi, cahaya, suara, video, maupun berbagai pendekatan lintas disiplin dapat menjadi bagian dari bahasa artistik selama memiliki hubungan yang kuat dengan
gagasan yang dibangun seniman.
Dengan demikian, Beyond Imagination #3 bukan sekadar pameran tentang karya yang “berbeda”, tetapi tentang keberanian untuk berpikir dan menciptakan dengan cara yang berbeda.
Berani Keluar dari Kebiasaan
Semangat untuk keluar dari kebiasaan tersebut juga menjadi salah satu gagasan yang ditekankan oleh Annie Sofyan, yang melihat Beyond Imagination sebagai sebuah ajakan
kepada para seniman untuk terus mengembangkan kreativitas dan keberanian dalam proses berkarya.
Menurut Annie Sofyan, Beyond Imagination bukan sekadar sebuah tema atau judul pameran, tetapi sebuah dorongan agar para seniman berani meninggalkan pola penciptaan yang terlalu nyaman dan berulang.
“Beyond Imagination mengajak teman-teman untuk berpikir lebih kreatif dan berani mencoba sesuatu yang berbeda. Jangan berkarya secara flat atau biasa-biasa saja. Kita
harus berani keluar dari kebiasaan, berani berpikir out of the box, dan berani mencari kemungkinan-kemungkinan baru dalam berkarya.”
Bagi Annie, keberanian untuk keluar dari kebiasaan merupakan bagian penting dari perjalanan seorang seniman. Ketika seorang seniman terus bekerja dengan cara yang sama, menggunakan pendekatan yang sama, dan hanya mengulang apa yang sudah
pernah dilakukan, maka kemungkinan untuk menemukan sesuatu yang baru menjadi semakin kecil.
Karena itu, Beyond Imagination #3 memberikan ruang bagi para seniman untuk mencoba pendekatan yang lebih bebas. Seniman didorong untuk tidak hanya memikirkan apa yang akan dibuat, tetapi juga mempertanyakan bagaimana karya itu dibuat, mengapa medium tertentu dipilih, bagaimana material dapat berbicara, serta
bagaimana karya dapat membangun pengalaman baru bagi publik.
“Ketika teman-teman berani keluar dari kebiasaan, saya percaya akan lahir karya-karya yang memiliki karakter dan pengalaman yang berbeda. Dan karya-karya itulah yang pada akhirnya bertemu dan tergelar dalam pameran Beyond Imagination #3 di
Pendhapa Art Space,” ujar Annie Sofyan.Pernyataan tersebut menjadi penting karena keberanian eksperimentasi tidak selalu berarti membuat sesuatu yang sekadar terlihat aneh atau berbeda. Eksperimentasi
justru membutuhkan keberanian untuk mencari, mencoba, mempertanyakan, dan menemukan bahasa yang paling tepat bagi gagasan seorang seniman.
Dengan demikian, out of the box bukan sekadar persoalan bentuk visual,melainkan cara berpikir.
Seniman tidak hanya ditantang untuk menghasilkan karya yang berbeda secara fisik, tetapi juga untuk memiliki keberanian membongkar cara berpikir yang selama ini dianggap biasa.

Ketika Seniman Didorong Keluar dari Zona Nyaman ,Menurut Tato Kastareja, Ketua Seniman Muda Indonesia (SEMUI), Beyond Imagination
dibangun dari kegelisahan terhadap praktik seni yang terlalu mudah terjebak pada pola-pola yang sudah mapan.“Kami ingin memberikan ruang kepada seniman untuk berani keluar dari zona nyaman.
Beyond Imagination bukan sekadar mengajak seniman membuat karya yang aneh atau berbeda, tetapi mendorong mereka untuk mempertanyakan kembali cara mereka berpikir, memilih medium, membangun gagasan, dan berkomunikasi dengan publik.”
Menurutnya, perkembangan seni rupa membutuhkan ruang eksperimen yang
memungkinkan seniman mengambil risiko.
“Seni berkembang ketika seniman berani mencoba sesuatu yang belum tentu berhasil.
Karena itu, keberanian bereksperimen adalah bagian penting dari proses penciptaan.”
Dalam konteks tersebut, Beyond Imagination #3 menjadi ruang yang mempertemukan keberanian individual para seniman dengan sebuah pengalaman kolektif dalam ruang
pamer.

Karya-karya yang hadir merupakan hasil dari proses pencarian masing-masing seniman—dengan karakter, gagasan, material, dan pendekatan yang berbeda-beda—
namun dipertemukan oleh satu semangat yang sama: keinginan untuk melampaui sesuatu yang sudah dianggap biasa.Kurator sebagai Penghubung antara Gagasan, Karya, dan Publik Dalam Beyond Imagination #3, peran kurator Heri Kris menjadi penting dalam membangun hubungan antara keragaman karya yang hadir dalam pameran.
Kuratorial tidak hanya berfungsi untuk memilih dan menempatkan karya, tetapi juga membaca berbagai kemungkinan yang muncul dari proses eksperimentasi para seniman.
Pameran menjadi ruang di mana berbagai pendekatan artistik dapat bertemu, berhadapan, dan saling membuka kemungkinan pembacaan baru.Keragaman tersebut justru menjadi kekuatan pameran. Tidak semua karya harus berbicara dengan bahasa yang sama, karena setiap seniman memiliki pengalaman dan
cara pandang yang berbeda.
Yang menyatukannya adalah keberanian untuk melampaui yang sudah dikenal.

Performance Kolaborasi Seniman Indonesia
Pembukaan Beyond Imagination #3 juga akan diwarnai dengan performance kolaborasi seniman - seniman Indonesia.
Performance tersebut menjadi bagian integral dari semangat pameran untuk
memperluas pengalaman seni. Seni tidak hanya hadir sebagai objek visual, tetapi juga sebagai peristiwa yang berlangsung melalui tubuh, ruang, waktu, suara, gerak, dan interaksi.
Kolaborasi ini sekaligus menjadi simbol bahwa perkembangan seni rupa Indonesia tidak berdiri sendiri. Ia tumbuh melalui pertemuan berbagai gagasan, latar belakang,
pengalaman, dan praktik artistik.
Yogyakarta: Ruang yang Tepat untuk Eksperimentasi,Dipilihnya Yogyakarta sebagai lokasi penyelenggaraan Beyond Imagination #3 juga memberikan konteks penting bagi pameran ini.
Sebagai salah satu kota penting dalam perkembangan seni rupa Indonesia, Yogyakarta memiliki ekosistem seni yang dinamis dan tradisieksperimentasi yang kuat.Kehadiran Pendhapa Art Space menjadi bagian dari upaya mempertemukan berbagai
energi tersebut dalam sebuah ruang pamer yang terbuka terhadap gagasan dan praktik seni kontemporer.
Melalui penyelenggaraan ini, SEMUI berharap Beyond Imagination #3 dapat menjadi ruang dialog antara seniman, kurator, komunitas seni, mahasiswa, pelajar, pemerhati seni, kolektor, dan masyarakat luas.
Beyond Imagination Bukan Titik Akhir
Bagi SEMUI, Beyond Imagination #3 bukanlah sebuah titik akhir.
Pameran ini merupakan bagian dari proses panjang untuk membangun ekosistem seni rupa yang memberikan kesempatan lebih besar kepada seniman Indonesia untuk bereksperimen dan berkembang.
Seni rupa Indonesia tidak hanya membutuhkan ruang untuk memamerkan karya, tetapi juga membutuhkan ruang untuk mencoba, mempertanyakan, gagal, menemukan, dan menciptakan sesuatu yang baru.
Pada akhirnya, karya-karya yang tergelar dalam Beyond Imagination #3 adalah hasil dari keberanian tersebut: keberanian untuk meninggalkan kebiasaan, membuka
kemungkinan, dan memberikan kesempatan kepada imajinasi untuk bergerak lebih jauh.
Karena Beyond Imagination bukan hanya tentang membuat sesuatu yang berbeda.Ia adalah tentang berani berpikir berbeda sebelum berani membuat sesuatu yang berbeda.
Dan ketika keberanian itu bertemu dalam satu ruang, lahirlah sebuah pameran yang tidak hanya dapat dilihat, tetapi juga dapat dibaca sebagai rekaman perjalanan para seniman dalam mencari kemungkinan baru.Beyond Imagination #3 mengajak seniman dan publik untuk bersama-sama melampaui batas tersebut.

INFORMASI PAMERAN
BEYOND IMAGINATION #3
5–26 September 2026
���Pendhapa Art Space, Yogyakarta
Kurator:
Heri Kris
Pembukaan:
Sabtu, 5 September 2026
Pukul 16.00 WIB
Dibuka oleh:
Prof. M. Dwi Marianto, MFA, Ph.D.
Performance:
Kolaborasi Seniman-Seniman Indonesia
Penyelenggara:
SEMUI — Seniman Muda Indonesia
TENTANG SEMUI
Seniman Muda Indonesia (SEMUI) adalah organisasi yang berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem seni rupa Indonesia melalui penyelenggaraan pameran, pengembangan seniman, program kuratorial, riset, pendidikan, publikasi, dan berbagai inisiatif seni lainnya.SEMUI memiliki perhatian khusus terhadap perkembangan praktik seni rupa kontemporer serta mendorong generasi seniman Indonesia untuk berani mengembangkan gagasan, mengeksplorasi medium, dan membangun praktik artistik
yang relevan dengan perubahan zaman.Melalui berbagai programnya, SEMUI berupaya membangun ruang seni yang tidak hanya menjadi tempat untuk memamerkan karya, tetapi juga menjadi ruang belajar,
bereksperimen, berdialog, dan menciptakan kemungkinan baru.Beyond Imagination #3 menjadi salah satu bentuk komitmen tersebut: menghadirkan ruang di mana seniman diberikan keberanian untuk melampaui yang sudah dikenal dan membayangkan kemungkinan yang belum terbayangkan.
MEDIA CONTACT
SEMUI — Seniman Muda Indonesia
Untuk informasi, wawancara, materi publikasi, dan kebutuhan media mengenai Beyond
Imagination #3, silakan menghubungi panitia/PR SEMUI