TAEKWONDO JIDOKWAN INDONESIA GELAR NATIONAL MASTER COURSE & 4TH LEADERSHIP SUMMIT DI BANYUNIBO PRAMBANAN, YOGYAKARTA & JAKARTA
Yogyakarta, 2–3 Agustus 2025 — Di tengah keheningan dan keagungan Candi Banyunibo, Prambanan, Yogyakarta, Taekwondo Jidokwan Indonesia (TJI) menyelenggarakan dua agenda nasional bergengsi: National Master Course dan 4th Leadership Summit. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kompetensi pelatih serta konsolidasi kepemimpinan bela diri menuju masa depan yang lebih terstruktur dan berintegritas.
Pemilihan situs bersejarah Banyunibo bukan sekadar pilihan lokasi, melainkan simbol filosofi Jidokwan yang menjunjung tinggi harmoni antara kekuatan fisik, kebijaksanaan, dan spiritualitas.

Candi Buddha abad ke-9 ini menjadi latar yang ideal untuk merefleksikan nilai-nilai luhur Taekwondo sebagai jalan hidup, bukan sekadar olahraga.

Meningkatkan Kompetensi Pelatih Nasional
Sesi National Master Course dipimpin langsung oleh Grand Master Bimo Hernowo (DAN 7 Jidokwan Korea), didampingi oleh GM Andrie Tjioe dan GM Kol. Arhn Hasto Respatyo. Pelatihan ini diikuti oleh pelatih dan master dari berbagai provinsi di Indonesia, dengan fokus pada peningkatan kualitas teknik, pemahaman filosofi Jidokwan, serta penguatan karakter kepemimpinan.
Materi pelatihan mencakup teknik Jidokwan tingkat lanjut, etika bela diri, dan simulasi pelatihan K1-Taekwondo untuk level amatir dan profesional. Para peserta tidak hanya diasah secara teknis, tetapi juga diajak untuk memahami peran pelatih sebagai pembentuk karakter dan agen perubahan di komunitas masing-masing.
Komitmen Menuju Masa Depan
Kegiatan dua hari ini ditutup dengan deklarasi komitmen bersama untuk memperkuat jaringan pelatih nasional, memperluas pengaruh positif Taekwondo di masyarakat, dan membangun generasi pemimpin bela diri yang siap menghadapi tantangan zaman.
Taekwondo Jidokwan Indonesia membuktikan bahwa seni bela diri dapat menjadi kekuatan transformatif dalam membentuk bangsa yang tangguh, beretika, dan berdaya saing global. Melalui pelatihan dan kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai luhur, TJI terus melangkah maju sebagai pelopor bela diri yang tidak hanya melatih tubuh, tetapi juga membentuk jiwa.

Harmoni Budaya dan Bela Diri
Kegiatan ini menunjukkan bahwa Taekwondo Jidokwan Indonesia tidak hanya berfokus pada aspek teknis dan kompetitif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kebangsaan. Dengan latar Candi Banyunibo yang sarat makna, para peserta diajak untuk merenungi kembali esensi bela diri sebagai jalan pembentukan manusia yang utuh: kuat secara fisik, bijak secara mental, dan luhur secara moral.
Semangat “Untuk Diri Sendiri, Untuk Jidokwan, dan Untuk Bangsa” menjadi benang merah dalam setiap sesi, memperkuat identitas TJI sebagai organisasi yang menjunjung tinggi integritas, disiplin, dan pengabdian.
Forum Strategis Kepemimpinan Bela Diri
Bersamaan dengan pelatihan teknis, 4th Leadership Summit menjadi ruang strategis bagi para pemimpin TJI untuk berdiskusi dan merumuskan arah organisasi ke depan. Forum ini mempertemukan tokoh-tokoh Taekwondo dari seluruh Indonesia dalam suasana kolaboratif dan reflektif.
Topik yang dibahas meliputi strategi ekspansi organisasi, digitalisasi kompetisi Taekwondo, penguatan struktur internal, serta kaderisasi pelatih muda. Salah satu sorotan utama adalah rencana integrasi bela diri dalam pembangunan karakter generasi muda sebagai bagian dari kontribusi TJI menuju visi “Indonesia Emas 2045”.
Selanjutnya sebagai puncak acara adalah kuliah kebangsaan yang telah digelar pada 18 Agustus 2025, menghadirkan Brigjen TNI (Purn) Dr. P. Theresia E PU, S.Sos, M.M., Tenaga Profesional Bidang Ideologi dari LEMHANAS RI. dengan tema : "Mengapa dan Bagaimana Mengimplementasikan Nilai-Nilai Kebangsaan dari 4 Konsensus Dasar Bangsa". Kehadiran beliau diharapkan dapat memperkuat pemahaman ideologis dan wawasan kebangsaan para pelatih dan pemimpin bela diri. (tjinews, 18/08/25)