TJI SULAWESI UTARA MENYELENGGARAKAN OPEN COMPETITION TAEKWONDO 2025
Minahasa Utara, 2 November 2025 — Taekwondo Jidokwan Indonesia (TJI) Provinsi Sulawesi Utara kembali menggelar pertandingan bergengsi bertajuk Open Competition 2025, sebagai penutup tahun sekaligus ajang peningkatan jam terbang bagi para atlet muda. Bertempat di GOR SMA Negeri 1 Guru Lombok, Kolongan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, kompetisi ini menjadi momentum penting dalam memperluas eksistensi TJI di wilayah Sulawesi Utara, khususnya Minahasa Utara. Dukungan positif mengalir dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan pihak sekolah. “Kegiatan seperti ini sangat kami dukung agar generasi muda tidak mudah terjerumus ke hal-hal negatif seperti senjata tajam dan lainnya,” ujar Kepala Desa Kolongan. Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Guru Lombok juga menyambut baik kegiatan ini dengan membuka fasilitas sekolah untuk digunakan sebagai arena pertandingan. “Kami sangat mendukung kegiatan positif seperti ini dan berharap event berikutnya bisa kembali dilaksanakan di sini,” ungkapnya.

AJANG UNJUK KEMAMPUAN ATLET MUDA- Ketua Panitia, KBN Ray Rara Andika Putra Ime, menyampaikan bahwa kompetisi ini merupakan mandat langsung dari Ketua TJI Sulut, Master SSN Jembry Rumampuk, S.Pd, sebagai bagian dari program akhir tahun. Kegiatan ini turut melibatkan sejumlah tokoh penting seperti SBN Stenly Kaware (Koordinator Pertandingan), Sergio Rumondor (Ketua TJI Kota Manado sekaligus Bendahara Panitia), dan JKN Febry Muloke (Sekretaris TJI Kota Manado). “Kami ingin para atlet percaya diri dan menunjukkan hasil kerja keras mereka di atas matras,” ujar Sabeum Ime, sapaan akrab Ketua Panitia.
DUKUNGAN PENUH DARI PUSAT- Panitia juga menegaskan bahwa setiap kegiatan TJI di daerah selalu mendapat dukungan penuh dari pimpinan pusat, terutama Presiden TJI, GM Dr. (cand.) Bimo Hernowo, S.T., M.Eng, Dipl.-postgrad. reg. & stadtpl, yang aktif memantau perkembangan kompetisi. “Kami sangat bersemangat melebarkan sayap TJI di daerah nyiur melambai,” tambah Sabeum Ime.

DIIKUTI ENAM DOJANG- Kompetisi ini diikuti oleh enam dojang: ATF, ARRITC, EKMA Tomohon, EKMA Tondano, TDTC, dan SSTC. Para pelatih menyambut antusias ajang ini sebagai wadah pembuktian kemampuan atlet. “Pertandingan seperti ini sebaiknya diadakan rutin, setiap 3 atau 6 bulan, bahkan bisa berskala nasional atau internasional,” ujar Sabeum Handry Wawanda dari Dojang ATF.
HARAPAN KE DEPAN- Panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini. Mereka berharap kompetisi ini dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional . bali-inspirasi
#storytelling